(Beritadaerah-Jakarta) PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan penguatan kinerja keberlanjutan dengan peningkatan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) di tingkat global. Hingga akhir 2025, skor ESG Pertamina versi lembaga pemeringkat internasional Sustainalytics tercatat membaik menjadi 23,1 dengan kategori Medium Risk, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 26,9 pada kategori yang sama.
Dalam metodologi penilaian ESG, skor yang semakin rendah mencerminkan tingkat risiko keberlanjutan yang kian terkendali. Perbaikan skor tersebut mengantarkan Pertamina tetap berada di posisi teratas sebagai perusahaan dengan peringkat ESG terbaik dunia pada sub industri Integrated Oil and Gas, mengungguli 56 perusahaan migas terintegrasi lainnya di tingkat global.
Berdasarkan klasifikasi risiko, Pertamina termasuk dalam 11 persen perusahaan di sub industri tersebut yang berada pada kategori Medium Risk. Sementara itu, sebagian besar perusahaan migas global lainnya masih berada pada tingkat risiko yang lebih tinggi, dengan 32 persen masuk kategori High Risk dan 57 persen tergolong Severe Risk.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola risiko keberlanjutan secara komprehensif. Ia menilai hasil pemeringkatan ini juga memperkuat konsistensi Pertamina dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam seluruh lini bisnis.
Menurutnya, pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG internasional menunjukkan bahwa komitmen Pertamina dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan terus mendapatkan kepercayaan di tingkat global.
Selain Sustainalytics, peningkatan kinerja ESG Pertamina juga tercermin dari hasil penilaian lembaga pemeringkat internasional lainnya. Berdasarkan MSCI ESG Rating per 31 Desember 2025, Pertamina berhasil meningkatkan peringkatnya menjadi BBB, naik dari rating BB yang diperoleh pada tahun sebelumnya. Baron menilai capaian tersebut sebagai bentuk apresiasi lembaga global terhadap konsistensi implementasi ESG yang dijalankan perusahaan.
Evaluasi positif juga datang dari lembaga pemeringkat CDP, khususnya pada aspek lingkungan. Pada 2025, peringkat Water Security Pertamina meningkat menjadi A- dari sebelumnya B, sehingga menempatkan perusahaan dalam kategori Leadership. Hal ini menunjukkan pengelolaan sumber daya air Pertamina berada di atas rata-rata industri.
Sementara itu, untuk aspek Climate Change, skor Pertamina tetap berada pada level B. Capaian tersebut menandakan perusahaan berada dalam kategori Management dalam upaya pengelolaan risiko dan mitigasi dampak perubahan iklim. Baron menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis semata, tetapi juga secara berkelanjutan memperkuat pengelolaan lingkungan dan strategi menghadapi perubahan iklim.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan ESG sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis, menciptakan nilai jangka panjang, serta mendukung agenda transisi energi yang berkelanjutan.
Menurut manajemen, prinsip ESG tidak diposisikan sekadar sebagai pemenuhan kepatuhan, melainkan telah menjadi strategi inti perusahaan dalam memastikan keberlanjutan usaha sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan.


