Kinerja Melampaui Sasaran, PELNI Layani Lebih dari 5,1 Juta Penumpang Selama 2025

(Beritadaerah-Nasional) PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan jumlah penumpang yang dilayani menembus 5,15 juta orang. Capaian tersebut menegaskan konsistensi PELNI dalam menjaga konektivitas antarpulau sekaligus memperkuat perannya sebagai tulang punggung transportasi laut nasional, terutama bagi wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Sepanjang tahun lalu, total penumpang PELNI tercatat mencapai 5.154.080 orang. Jumlah ini setara dengan 101,15 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di angka 5.095.483 penumpang. Hasil tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut milik negara.

Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menilai capaian tersebut tidak lepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang dilakukan secara konsisten sepanjang 2025. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap PELNI terus tumbuh seiring dengan komitmen perusahaan menyediakan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Dari total penumpang tersebut, layanan kapal penumpang reguler melayani sebanyak 4.472.918 orang atau sekitar 109,10 persen dari target anggaran sebesar 4,1 juta penumpang. Sementara itu, kapal perintis yang melayani wilayah terpencil mencatatkan 681.162 penumpang, atau 104,41 persen dari target 652.417 penumpang.

Manajemen PELNI menilai tingginya angka penumpang tersebut menjadi indikator bahwa layanan transportasi laut masih sangat dibutuhkan masyarakat untuk mobilitas antarpulau. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan lautnya kepada PELNI sepanjang tahun 2025.

Dari sisi sebaran wilayah, kontribusi penumpang terbesar berasal dari kawasan Indonesia tengah dengan porsi 47,2 persen atau sebanyak 2.109.876 penumpang. Wilayah timur menyusul dengan kontribusi 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang. Distribusi ini mencerminkan peran strategis PELNI dalam mendukung pemerataan akses transportasi dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan non-Jawa.

Adapun rute pelayaran terpadat sepanjang 2025 tercatat pada lintasan Belawan–Batam dengan 131.369 penumpang, disusul Batam–Belawan sebanyak 124.143 penumpang. Rute Makassar–Bau-Bau dan sebaliknya juga masuk dalam daftar teratas, masing-masing melayani 81.818 dan 71.192 penumpang, sementara rute Batam–Tanjung Priok mencatatkan 56.405 penumpang.

Untuk pelabuhan keberangkatan, Makassar menjadi yang tersibuk dengan 382.982 penumpang, diikuti Ambon, Bau-Bau, Surabaya, dan Tanjung Priok. Pola serupa juga terlihat pada pelabuhan kedatangan, di mana Makassar dan Ambon menempati posisi teratas sebagai tujuan utama penumpang kapal PELNI.

Ke depan, PELNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung konektivitas antarpulau, memperluas akses transportasi ke wilayah terpencil, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan angkutan laut yang andal dan inklusif.