Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih produk perikanan dengan mengenali ciri-ciri ikan segar dan aman untuk dikonsumsi.
Edukasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan sekaligus melindungi kesehatan keluarga dari risiko mengonsumsi produk yang tidak memenuhi standar kualitas.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harisnawati, mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein penting bagi pertumbuhan dan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara memilih ikan yang layak konsumsi.
“Menjadi konsumen yang cerdas dimulai dari kemampuan memilih pangan yang aman. Karena itu masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri ikan segar agar dapat melindungi kesehatan keluarga sejak dari proses membeli,” ujar Yuli Harisnawati di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (8/6/2026).
Menurutnya, ikan segar umumnya memiliki tekstur kenyal dan elastis saat ditekan, mata yang jernih dan menonjol, warna tubuh cerah, serta insang berwarna merah segar.
Selain itu, ikan segar juga memiliki aroma khas yang alami dan kondisi perut yang masih utuh.
Sebaliknya, masyarakat perlu waspada apabila menemukan ikan dengan tekstur keras dan kaku, warna tubuh pucat, mata keruh atau tenggelam, serta insang berwarna pucat keputihan.
Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa kualitas ikan telah menurun atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Yuli menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, ikan yang diduga mengandung formalin umumnya memiliki karakteristik fisik yang berbeda dari ikan segar, seperti tekstur yang lebih keras, warna yang kurang alami, serta kondisi mata dan insang yang tidak segar.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong peredaran pangan yang aman dengan membiasakan diri memilih produk berkualitas dari sumber yang terpercaya.
“Ketika masyarakat semakin memahami cara memilih ikan yang baik, maka kesadaran terhadap keamanan pangan juga akan meningkat. Ini penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung peredaran produk perikanan yang berkualitas,” katanya.
Menurut Yuli, konsumsi pangan yang aman dan bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap tumbuh kembang anak dan produktivitas masyarakat.
Melalui edukasi tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih produk perikanan sehingga budaya konsumsi pangan yang sehat dan aman dapat terus berkembang.


