Kelola Kunjungan Wisata Alam, Kemenhut Hadirkan Tiket Digital Terpadu untuk Kawasan Konservasi

(Beritadaerah-Nasional) Kementerian Kehutanan mulai menerapkan sistem layanan tiket elektronik terpadu melalui aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” (AKTN) guna mendukung pengelolaan wisata alam yang lebih tertata dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam ajang Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2026 sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik di kawasan konservasi.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi serta melakukan pemesanan tiket secara lebih praktis melalui satu sistem terintegrasi. Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, aplikasi tersebut juga diharapkan mampu membantu pengelola mengendalikan jumlah wisatawan agar tidak melampaui kapasitas lingkungan.

Melalui fitur pemantauan pengunjung secara langsung, pengelola kawasan konservasi dapat mengawasi tingkat kunjungan dan menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dengan kelestarian ekosistem. Sistem digital ini juga mendukung transparansi pengelolaan penerimaan negara karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan tersalurkan langsung sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

AKTN dapat diakses melalui aplikasi Android, portal web resmi, maupun kios tiket digital yang tersedia di sejumlah lokasi wisata. Sebelum diluncurkan secara nasional, sistem tersebut telah diuji coba di berbagai taman nasional dan taman wisata alam di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Kehutanan menilai hasil uji coba menunjukkan respons positif dari pengguna sekaligus memberikan data yang lebih akurat bagi pengelola kawasan. Karena itu, seluruh unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem didorong untuk mempercepat penerapan sistem serupa di wilayah masing-masing.

Pemerintah menargetkan seluruh kawasan konservasi di Indonesia telah menggunakan sistem tiket digital secara penuh sebelum akhir 2026. Pada tahap berikutnya, pengembangan aplikasi akan mencakup peningkatan keamanan data, penambahan layanan pemandu wisata lokal, fasilitas perubahan jadwal kunjungan, pengembalian dana, serta berbagai fitur interaktif yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman wisata alam bagi masyarakat.