Seleksi Ekspedisi Patriot 2026 Ditekankan Berbasis Merit dan Integritas

(Beritadaerah-Nasional) Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa proses perekrutan peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 harus mengedepankan prinsip keterbukaan, profesionalisme, dan penilaian yang objektif. Arahan tersebut disampaikan kepada seluruh perguruan tinggi mitra yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi program pengabdian di kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semangat pengabdian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda Indonesia. Hingga penutupan pendaftaran, lebih dari 10 ribu mahasiswa dari hampir 2.000 perguruan tinggi tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang diberangkatkan, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara menjaga kepercayaan publik terhadap seluruh tahapan seleksi. Karena itu, setiap perguruan tinggi mitra diminta menjalankan proses rekrutmen sesuai standar akademik dan prinsip integritas yang berlaku.

Kementerian Transmigrasi juga meminta agar kriteria, mekanisme, serta dasar penilaian seleksi disampaikan secara terbuka kepada peserta. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Iftitah menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus maupun intervensi dalam penentuan peserta yang lolos. Program ini disebut dirancang untuk menjaring individu dengan kapasitas terbaik dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, bukan berdasarkan kedekatan atau akses tertentu.

Selain itu, seluruh tahapan dan hasil penilaian diharapkan terdokumentasi dengan baik sebagai bagian dari akuntabilitas sekaligus bahan evaluasi untuk penyempurnaan program pada masa mendatang.

Ia juga mengingatkan bahwa peserta yang belum terpilih bukan berarti tidak memiliki kemampuan yang memadai. Ketatnya persaingan lebih disebabkan oleh tingginya jumlah pendaftar dibandingkan kuota yang tersedia.

Sebagai upaya menjaga keterlibatan generasi muda, Kementerian Transmigrasi berencana menghimpun seluruh pendaftar dalam Komunitas Sahabat Patriot. Wadah tersebut akan menjadi ruang kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan kegiatan pengabdian yang dapat diikuti oleh para peserta di masa depan.

Pemerintah memandang seluruh pendaftar sebagai bagian dari sumber daya bangsa yang memiliki potensi untuk berkontribusi. Perbedaan yang ada hanya terletak pada kesempatan dan waktu dalam menjalankan pengabdian melalui program tersebut.