(Beritadaerah-Bandung) Menurut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kalkulasi data masih terus berjalan lantaran satu kode batang dapat diakses oleh beberapa pengunjur sekaligus. Pemkot Bandung kini berupaya merinci data tersebut guna memproleh total pengunjung dan transaksi secara lebih presisi
Saat berada di Balai Kota Bandung demikian dilansir dari bandung.go.id (24/8/26). Farhan mengungkapkan rasa syukurnya karena jumlah peserta yang terdata melalui QRIS dan barcode selama sekitar tiga hari pelaksanaan Bandung Great Sale telah mendekati angka 8.000
Farhan memperkirakan total pengunjung riil bisa jauh lebih tinggi, mengingat satu pindaian barcode kerap mewakili rombongan berisi dua hingga tiga orang, “Waktu mereka masuk barcode itu bisa bawa dua-tiga orang. Multiplikasinya lagi kita hitung dulu sekarang. Saya harapkan minimal bisa masuk 15.000 orang,” katanya. Pemkot Bandung sedang mengalkulasi jumlah transaksi dan dampak ekonomi BGS 2026, yang mana proses penghitungannya masih menanti laporan dari Bank bjb
Farhan menegaskan bahwa sasaran utama BGS 2026 tidak hanya berfokus pada kuantitas pengunjung, melainkan pada dorongan perputaran ekonomi yang dihasilkan dari transaksi di tiap pusat perbelanjaan peserta. Farhan berharap nilai perputaran ekonomi yang tercipta di seluruh pusat perbelanjaan peserta BGS selama tiga hari pelaksanaan dapat menembus kisaran Rp1 hingga Rp1,5 miliar
Farhan menganggap hasil tersebut mencerminkan sambutan hangat publik atas konsep baru BGS 2026 yang mengombinasikan pameran produk usaha, partisipasi komunitas, hingga stan kuliner. Farhan mengapresiasi keberhasilan tiga hari pelaksanaan BGS dengan konsep barunya. Menurutnya, konsep ini sangat positif karena tidak hanya memfasilitasi para pengusaha dan merek produk mereka, tetapi juga merangkul lapak komunitas serta menyajikan ragam pilihan kuliner yang lengkap
Farhan menerangkan bahwa gelaran BGS merupakan bagian dari agenda Bulan Belanja Bandung yang dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026. Artinya, kegiatan promosi dan transaksi belanja ini telah berjalan hampir dua bulan penuh, sejak bulan Juli lalu. Menurut Farhan, program ini terintegrasi dengan Bulan Belanja Bandung hingga 31 Agustus yang telah berjalan hampir dua bulan (Juli–Agustus). Ia pun berharap pelaksanaan Bandung Fair dapat menjadi langkah berikutnya dalam menggairahkan ekonomi dan pariwisata daerah.
Di samping Bandung Fair, Pemkot Bandung sedang menyodorkan sejumlah proposal kepada sektor swasta guna menopang pergelaran festival musik di Bandung. Farhan mengungkapkan, dari tiga rancangan festival musik yang diajukan, baru satu yang telah memperoleh kepastian sponsor
Pemkot Bandung mengajukan tiga proposal festival musik ke pihak swasta, tetapi baru satu yang disetujui sponsor. Farhan berharap dua rencana festival sisanya segera menyusul agar dapat menyemarakkan kegiatan dan ekonomi kota.


