(Beritadaerah-Nasional) Kementerian PPN/Bappenas bersama UNDP Indonesia dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office meresmikan Peta Jalan Water, Energy, Food (WEF) Nexus Indonesia dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Bappenas pada Rabu (10/12). Dokumen ini disusun sebagai rujukan strategis untuk memperkuat pengelolaan terpadu sumber daya air, energi, dan pangan, sekaligus memastikan ketiganya dimanfaatkan secara berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan nasional.
WEF Nexus diperkenalkan sebagai pendekatan yang menekankan keterkaitan erat antara air, energi, dan pangan, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara terkoordinasi. Melalui peta jalan ini, pemerintah ingin menyediakan suatu pedoman pengambilan keputusan yang komprehensif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, memperbesar kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, serta memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyoroti bahwa hubungan antara sumber daya air, energi, dan pangan telah menjadi bagian penting perjalanan peradaban manusia. Beliau menekankan bahwa tekanan terhadap sumber daya yang kian terbatas membuat Indonesia perlu beralih dari pola pengelolaan sektoral menuju tata kelola terintegrasi. Ia juga menyinggung bahwa Asta Cita 2 dalam RPJMN 2025–2029 menempatkan kemandirian di sektor-sektor tersebut sebagai salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Peluncuran peta jalan ini dinilai dapat memperkuat kerja bersama antar pemangku kepentingan.
Dari pihak UK FCDO, Minister-Counsellor bidang Pembangunan, Peter Rajadiston, menilai peluncuran peta jalan tersebut bukan sekadar kemajuan teknis, melainkan bukti bahwa Indonesia menempatkan pendekatan sistem sebagai bagian inti dari perencanaan pembangunan. Ia menyebut bahwa integrasi sektor air, energi, dan pangan dengan agenda iklim menunjukkan bahwa ketahanan jangka panjang dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Perwakilan Tetap UNDP di Indonesia, Sara Ferrer Olivella. Ia menegaskan bahwa keterkaitan antar sektor air, energi, dan pangan tidak bisa diabaikan, sehingga setiap kemajuan pada satu sektor seharusnya tidak menimbulkan dampak negatif pada sektor lainnya. Menurutnya, Peta Jalan WEF Nexus menghadirkan kerangka komprehensif untuk mendorong sinergi, mengurangi potensi konflik pemanfaatan sumber daya, memperkuat ketahanan iklim, serta memastikan bahwa pembangunan berlangsung secara inklusif menuju target swasembada dan net-zero emisi pada 2060.
Selain memberikan arah kebijakan, peta jalan ini juga diposisikan sebagai panduan operasional bagi kementerian/lembaga, komunitas lokal, serta mitra pembangunan. Melalui implementasi yang terpadu, peta jalan tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.


