Sepanjang 2025, Ekonomi Kreatif Bandung Menarik Hampir 20 Juta Wisatawan

(Beritadaerah-Bandung) Sepanjang tahun 2025, kontribusi seni dan kreativitas terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang berhasil menarik hampir 20 juta wisatawan. Hal ini dipaparkan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat menghadiri Drama Musical Gebyar Santa Angela di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/1).

Kota Bandung mencatat lonjakan kunjungan melalui beragam kegiatan publik, mulai dari pertunjukan seni, seminar, event ilmiah, hingga kompetisi olahraga yang mendorong ekonomi lokal bergerak lebih cepat.

“Berbagai event ini membuat ekonomi Kota Bandung bergerak dengan cepat, kita berharap laporan BPS segera keluar dengan kabar baik,” ujar Farhan.

Ia menyebut potensi kenaikan pertumbuhan ekonomi menjadi signifikan karena nilai ekonomi Kota Bandung mencapai ratusan triliun rupiah.

Penjelasannya berlanjut pada posisi seni sebagai identitas kota yang memikat wisatawan, , jutaan pengunjung datang untuk merasakan suasana seni yang khas.

Dijelaskan Farhan, bahwa orang datang ke Bandung ingin merasakan suasana seninya. Ada dua faktor utama yang membentuk vibe seni Kota Bandung, yakni cuaca sejuk dan kekuatan kreativitas warga. Udara Bandung membuat orang betah apalagi dengan hujan dan angin sepoi-sepoi seperti sekarang.

Ia menegaskan kreativitas warga lahir dari keberagaman nilai sosial yang dijaga turun-temurun.

“Kreativitas tumbuh karena kita menjaga cinta pada bumi, kemanusiaan dan keanekaragaman,” kata Farhan.

Menurutnya, keberagaman mendorong keberanian berekspresi sehingga anak-anak Bandung tumbuh dengan kreativitas yang terbentuk secara organik.

Farhan menilai panggung seni menjadi ruang ekspresi awal yang penting bagi tumbuhnya identitas dan keberanian anak.

Ia kemudian berbagi pengalaman masa kecilnya yang dekat dengan dunia seni, sehingga membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.

“Walaupun di tengah kesibukan, saya tetap memaksakan hadir di sini, karena seni adalah bagian dari hidup dan identitas Kota Bandung,” tutup Farhan