(Beritadaerah – Info Daerah) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantu warga yang terdampak kekeringan di Lingkungan Kubang Sepuh, Kota Cilegon, Banten, dengan menyalurkan bantuan air bersih. Langkah tanggap darurat tersebut dilakukan melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada sekitar 88 kepala keluarga atau 310 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang. Bantuan ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam mengurangi dampak kekeringan sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa air merupakan sumber daya yang sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, pengelolaan air tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penopang sektor pertanian, energi, ketahanan terhadap perubahan iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
“Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal. Dan setiap masyarakat harus merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan sumber daya air,” ujar Menteri Dody.
Aksi penyaluran air bersih ini juga menjadi bagian dari implementasi Visi PU 608, yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai sarana menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui penyediaan layanan dasar seperti air bersih, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan, mendorong produktivitas, serta memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Apresiasi datang dari Ketua RT 04 RW 02 Lingkungan Kubang Sepuh, Jahidi. Ia mengatakan warga telah cukup lama menghadapi krisis air bersih karena sumur-sumur di kawasan tersebut mulai mengering. Bantuan dari Kementerian PU sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air.
Pelaksanaan distribusi air bersih turut didukung oleh Perum Jasa Tirta II yang menyediakan satu unit mobil tangki berkapasitas 7.000 liter, sehingga proses penyaluran dapat berlangsung lebih optimal.
Kementerian PU terus memantau kondisi wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan dan siap mengambil langkah cepat apabila kebutuhan air bersih masyarakat meningkat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan sumber daya air sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin nyata.


