Paviliun-Indonesia-pada-Korea-Import-Expo-ke-33-23–25-Juni-2026-di-COEX-Seoul.(Foto: Kemenlu)

Produk Fesyen UKM Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp33,15 Miliar di Korea Selatan

(Beritadaerah – Industri) Produk fesyen usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia mendapat sambutan positif di pasar Korea Selatan. Hingga akhir Mei 2026, partisipasi Indonesia dalam ASEAN Panorama 2026 berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD1,95 juta atau sekitar Rp33,15 miliar. Pameran yang berlangsung selama Mei–September 2026 di Seoul ASEAN Hall, Korea Press Centre, Seoul, menjadi ajang promosi produk unggulan Indonesia sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UKM.

Atase Perdagangan RI di Seoul, Roesfitawati, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya minat konsumen Korea Selatan terhadap produk fesyen Indonesia yang mengedepankan kualitas, keunikan, dan nilai budaya. Melalui kerja sama dengan ASEAN-Korea Centre (AKC), Kementerian Perdagangan terus mempertemukan pelaku UKM dengan importir dan calon pembeli melalui pameran, business matching, serta berbagai program promosi.

ASEAN Panorama merupakan agenda promosi perdagangan tahunan yang diselenggarakan AKC. Selain pameran, kegiatan ini juga menghadirkan seminar ekspor, business matching, dan kunjungan ke perusahaan maupun pusat bisnis di Korea Selatan. Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia bersama Brunei Darussalam menjadi negara pembuka pameran.

Indonesia menghadirkan 10 UKM hasil kurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan. Beragam produk fesyen dan gaya hidup dipamerkan, mulai dari pakaian, tas, alas kaki, hingga aksesori yang mengangkat kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia.

Selain memamerkan produk, para peserta mengikuti seminar pembiayaan dan strategi memasuki pasar Korea Selatan, melakukan business matching dengan sejumlah importir, serta mengunjungi Natural Week 2026 dan Samsung C&T Fashion Group. Kegiatan tersebut memberikan wawasan mengenai tren pasar, preferensi konsumen, hingga standar yang harus dipenuhi agar produk mampu bersaing di Korea Selatan.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menilai ASEAN Panorama menjadi sarana penting untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan sekaligus meningkatkan posisi produk Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, kegiatan ini juga memperkuat hubungan ekonomi ASEAN melalui platform promosi bersama.

Salah satu peserta, pendiri IKIDS Melati Nurani Nayu, mengaku memperoleh manfaat besar dari keikutsertaan dalam pameran tersebut, mulai dari peluang ekspor hingga perluasan jaringan dengan distributor Korea Selatan. Sementara itu, Marketing Manager Musinsa, Nara Kim, menilai produk fesyen Indonesia memiliki karakter kuat karena mengangkat unsur budaya dan kriya. Namun, ia menekankan pentingnya pemenuhan standar keamanan produk serta keberlanjutan bahan baku agar daya saing produk Indonesia di pasar Korea Selatan semakin meningkat.

Perdagangan Indonesia dan Korea Selatan juga terus menunjukkan kinerja positif. Pada Januari–Mei 2026, total nilai perdagangan kedua negara mencapai USD7,61 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD4,05 miliar dan impor dari Korea Selatan sebesar USD3,56 miliar.