(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah mulai menyiapkan transisi penggunaan bahan bakar rumah tangga dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari strategi penguatan energi nasional dan pengurangan impor LPG.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan masyarakat tidak perlu mengganti ataupun memodifikasi kompor yang sudah digunakan saat beralih ke CNG karena teknologi tabung terbaru telah dirancang kompatibel dengan peralatan rumah tangga yang ada.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan sistem tabung CNG generasi terbaru memungkinkan proses penggunaan dilakukan secara praktis tanpa perubahan pada kompor.
Dalam acara “CNG & LNG untuk Rakyat” di Jakarta, Laode menyampaikan bahwa masyarakat nantinya cukup memasang tabung CNG ke kompor seperti penggunaan LPG biasa karena perangkat katup pada tabung telah disesuaikan dengan sistem rumah tangga.
Ia juga menilai penggunaan CNG mampu menghasilkan kualitas pembakaran yang lebih baik. Menurutnya, api dari CNG terlihat lebih biru dibandingkan LPG, yang menunjukkan proses pembakaran berlangsung lebih efisien.
Pemerintah saat ini memfokuskan pengembangan tabung CNG berukuran kecil, khususnya kapasitas 3 kilogram atau tipe 4, agar lebih mudah digunakan masyarakat luas.
Langkah tersebut dinilai penting karena selama ini pemanfaatan CNG lebih banyak digunakan untuk kebutuhan industri, hotel, dan restoran dengan kapasitas tabung besar di atas 10 kilogram.
Selain mendukung transisi energi, pemanfaatan CNG juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya gas alam domestik yang tersedia cukup besar.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut CNG menjadi salah satu solusi strategis karena bahan bakunya seluruhnya berasal dari dalam negeri.
Ia juga mengungkapkan adanya penemuan cadangan gas baru di wilayah Kalimantan Timur yang nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan gas nasional dan mendukung kebutuhan energi domestik.
Pemerintah berharap pengembangan penggunaan CNG rumah tangga dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar yang lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.


