Dorong Respons Cepat Hadapi Perubahan Global, Juda Agung Tekankan Pengelolaan Fiskal yang Adaptif

(Beritadaerah-Jakarta) Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat dan penuh ketidakpastian, peningkatan kapasitas serta pembaruan pengetahuan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dalam kegiatan puncak Kemenkeu Learning Festival di Jakarta.

Ia menyoroti bahwa dinamika dunia yang terus berubah, disertai disrupsi di berbagai sektor, membuat ilmu dan keterampilan yang dimiliki bisa dengan cepat menjadi usang. Oleh karena itu, pembelajaran berkelanjutan dianggap sebagai kunci agar pengelola fiskal tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Dalam paparannya, Juda menguraikan tiga hal penting yang perlu disiapkan pengelola fiskal ke depan. Pertama, kemampuan membaca arah tren dan memetakan kondisi masa depan. Menurutnya, pemahaman terhadap isu global seperti transisi menuju ekonomi hijau, perubahan struktur demografi, hingga ketegangan geopolitik menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data. Dengan dukungan data yang melimpah, analisis yang tepat diyakini dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta memperkuat efektivitas kebijakan fiskal.

Selanjutnya, Juda juga menyoroti perlunya penerapan kepemimpinan yang adaptif atau agile leadership. Dalam situasi yang tidak pasti, pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat meskipun informasi yang tersedia terbatas. Pendekatan berbasis skenario dan perhitungan probabilitas dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi perekonomian.

Ia menegaskan bahwa kemampuan mengambil keputusan dalam kondisi penuh ketidakpastian menjadi kompetensi yang semakin krusial, terutama dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.