(Berita Daerah-Bali) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan European Union Aviation Safety Agency (EASA) dan International Civil Aviation Organization (ICAO) Asia Pasifik menggelar ICAO–EASA Forum on Safety Investigation 2026 di Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi internasional dalam meningkatkan kualitas investigasi keselamatan penerbangan di kawasan Asia Tenggara.
Forum tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator penerbangan, lembaga investigasi kecelakaan, organisasi internasional, pelaku industri, hingga praktisi keselamatan penerbangan dari sejumlah negara. Di antaranya terdapat International Air Transport Association (IATA), COSCAP-SEA, serta perusahaan dirgantara global seperti Airbus dan Boeing.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik pada Sabtu (25/4/2026), mengapresiasi dukungan dan komitmen para mitra internasional dalam mendorong peningkatan keselamatan penerbangan di kawasan. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus senantiasa menjadi prioritas utama yang dibangun melalui prinsip kepercayaan, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam dunia penerbangan, yang harus dibangun di atas kepercayaan, keterbukaan, dan upaya perbaikan yang terus-menerus,” ujarnya.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sistem investigasi keselamatan melalui kerja sama, pertukaran pengalaman, serta pembahasan berbagai isu krusial, seperti koordinasi lintas negara, penerapan standar internasional, hingga penyusunan rekomendasi keselamatan yang efektif.
Di sisi lain, pesatnya perkembangan teknologi serta meningkatnya kompleksitas operasional penerbangan menuntut sistem investigasi yang lebih adaptif dan berbasis data. Karena itu, kolaborasi global dan inovasi menjadi faktor penting untuk memastikan proses investigasi berjalan secara cepat, tepat, dan akurat.
“Setiap laporan, rekomendasi, dan langkah perbaikan pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi keselamatan jiwa manusia,” tegas Lukman.
Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus meningkatkan standar keselamatan penerbangan. Langkah tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam mewujudkan sistem transportasi udara yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.


