(Beritadaerah-Nasional) Prabowo Subianto mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka pada Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan tersebut digunakan untuk membahas perkembangan langkah pemerintah dalam mempercepat transformasi energi nasional sekaligus memperluas sumber pasokan minyak mentah.
Usai pertemuan, Bahlil menjelaskan bahwa dirinya diminta menyampaikan laporan terkait hasil pembahasan awal satuan tugas yang melibatkan sejumlah kementerian serta PT PLN (Persero). Satgas tersebut fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan serta rencana konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik.
Pemerintah, kata Bahlil, tengah menyiapkan berbagai langkah konkret guna mempercepat pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu agenda yang dibahas adalah penggantian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini bergantung pada bahan bakar solar. Program ini akan dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada pembangkit yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Ia menambahkan bahwa situasi geopolitik global yang tidak menentu mendorong pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, potensi energi domestik akan dioptimalkan, termasuk melalui konversi energi berbasis fosil ke sumber yang lebih berkelanjutan.
Dalam pembahasan tersebut juga disinggung upaya antisipasi terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi, termasuk kondisi di kawasan Selat Hormuz. Pemerintah pun mempertimbangkan diversifikasi pasokan minyak mentah dengan mencari sumber dari negara lain di luar Timur Tengah.
Menurut Bahlil, pemerintah sedang menelaah kemungkinan pengalihan sebagian impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Nigeria, Brasil, serta Australia.
Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga minyak dunia yang cenderung fluktuatif. Meski demikian, berbagai alternatif pasokan energi akan terus dikaji guna memastikan kebijakan yang diambil tetap mengutamakan kepentingan nasional dan ketahanan energi Indonesia.


