wisata Laut
Pasir, laut dan langit berpadu indah di Pantai Tindaret, Pulau Yapen, Papua.(Foto: Yansen Efendi/ Kontributor Beritadaerah)

Bikin Laut Sehat Lagi! Demi Ekonomi Indonesia

(Beritadaerah – Nasional)  Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lautan yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir. Laut tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah bagi nelayan, tetapi juga penopang pariwisata, jalur perdagangan, hingga benteng alami terhadap perubahan iklim. Namun, kesehatan laut Indonesia kini berada pada titik krusial yang menentukan masa depan ekonomi biru nasional.

Data terbaru menunjukkan bahwa kondisi beberapa wilayah pesisir mengalami tantangan cukup serius. Kualitas air laut di Aceh dan Lampung mengalami penurunan kembali pada 2024, terutama di area pesisir yang dekat dengan permukiman dan aktivitas industri. Pencemaran plastik, limbah rumah tangga, hingga aktivitas perikanan yang belum sepenuhnya berkelanjutan turut memberi tekanan besar pada ekosistem laut.

Jika tidak ditangani, dampaknya bisa meluas. Nelayan akan semakin sulit menangkap ikan, wisata bahari kehilangan daya tarik, dan keanekaragaman hayati laut yang menjadi kebanggaan Indonesia terancam menyusut drastis. Padahal, laut menyumbang bagian penting terhadap ketahanan pangan nasional. Ikan adalah sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia, dan keberlanjutan sektor perikanan menjadi fondasi nutrisi bagi generasi mendatang.

Meski begitu, kondisi ini tidak hanya mencerminkan tantangan. Ada peluang besar yang menanti bila arah kebijakan dan investasi diarahkan menuju konsep ekonomi biru yang berkelanjutan. Ekonomi biru adalah pendekatan pembangunan yang memanfaatkan potensi kelautan secara bertanggung jawab agar manfaat ekonominya maksimal tanpa merusak lingkungan.

Sektor perikanan budidaya menjadi contoh keberhasilan. Teknologi budidaya ikan, udang, dan rumput laut semakin berkembang pesat, membuka peluang ekspor bernilai tinggi. Dengan pendekatan ramah lingkungan, hasilnya tidak hanya memberi pemasukan bagi ekonomi nasional tetapi juga menjaga ekosistem tetap seimbang.

Selain itu, potensi pariwisata bahari Indonesia sangat besar—dari Raja Ampat hingga Mandalika. Wisata laut yang dikelola dengan baik menciptakan pemasukan signifikan bagi negara dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, sambil tetap menjaga kelestarian terumbu karang dan habitat laut.

Teknologi juga semakin berperan dalam menjaga keamanan laut. Pemantauan kapal secara digital, satelit untuk mendeteksi penangkapan ikan ilegal, hingga upaya restorasi terumbu karang menggunakan teknik inovatif kini semakin banyak dilakukan. Semuanya memberi sinyal bahwa transformasi menuju laut sehat semakin nyata.

Namun, ancaman polusi plastik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sampah yang dibuang ke sungai dan daratan pada akhirnya akan bermuara ke laut. Indonesia telah berkomitmen mengurangi sampah plastik laut secara bertahap, dan keberhasilan misi ini akan sangat ditentukan oleh peran masyarakat dalam mengurangi sampah sekali pakai.

Di sisi lain, perubahan iklim turut menguji ketangguhan ekosistem laut. Pemanasan global menyebabkan pemutihan karang, kenaikan permukaan laut, serta cuaca ekstrem yang mengganggu mata pencaharian nelayan. Karena itu, perlindungan dan restorasi habitat laut menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan jangka panjang.

Ekonomi biru juga membuka peluang besar dalam pengelolaan karbon biru — karbon yang diserap oleh ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pesisir. Ketiga ekosistem ini menyimpan karbon hingga empat kali lebih banyak dibandingkan hutan daratan. Jika dikelola dengan baik, karbon biru bisa menjadi sumber pemasukan baru melalui skema perdagangan karbon dan pembiayaan konservasi.

Industri swasta mulai melirik potensi ini. Berbagai proyek restorasi mangrove muncul sebagai upaya mitigasi iklim sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Di banyak daerah, wisata mangrove pun berkembang sebagai destinasi edukasi dan rekreasi berkelanjutan.

Untuk mencapai visi ekonomi biru yang kuat, kolaborasi harus berjalan seimbang. Pemerintah perlu memastikan regulasi jelas dan penegakan hukum tegas terhadap aktivitas yang merusak laut. Di saat yang sama, pelaku industri dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga laut sebagai sumber penghidupan yang harus dirawat, bukan dieksploitasi tanpa batas.

Bikin laut kita hari ini sehat, akan menentukan masa depan bangsa. Laut Indonesia menyimpan kekayaan yang tidak ternilai, dari pangan hingga potensi ekonomi yang dapat membawa Indonesia unggul di panggung global. Jika transformasi ke arah ekonomi biru dijalankan dengan serius, Indonesia bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menaikkan daya saing industri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Laut yang sehat adalah masa depan Indonesia. Dengan menjaga gelombang tetap bersih dan ekosistem tetap hidup, kita sedang memastikan bahwa ekonomi yang tumbuh adalah ekonomi yang biru — kuat, adil, dan berkelanjutan.