Stasiun Jakarta Kota, Warisan Transportasi yang Terus Beradaptasi dengan Zaman

(Beritadaerah-Jakarta) Sejak hadirnya jalur kereta Batavia–Buitenzorg pada 1871, perkeretaapian telah menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat di Jakarta. Dari perjalanan awal itu, jaringan terus berkembang hingga melahirkan KRL Commuter Line yang kini menjadi transportasi utama warga Jabodetabek.

Salah satu simpul bersejarah dalam perjalanan panjang tersebut adalah Stasiun Jakarta Kota, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Beos. Resmi digunakan pada 8 Oktober 1929, stasiun berarsitektur Art Deco karya A.W. Ghijsels ini menggantikan peran Stasiun Batavia Noord. Meski hampir berusia seratus tahun, keberadaannya masih menjadi pusat mobilitas sekaligus penopang aktivitas ekonomi, wisata, dan perdagangan di kawasan Kota Tua.

Berdasarkan data PT KAI, rata-rata 671 ribu pelanggan menggunakan stasiun ini setiap bulan dengan lebih dari 370 perjalanan KRL per hari. Posisi strategisnya membuat stasiun ini bukan hanya tempat perpindahan moda, tetapi juga gerbang menuju kawasan bersejarah dan pusat ekonomi kota.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa berbagai fasilitas modern telah disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Di antara fasilitas tersebut ialah eskalator, lift, jalur landai, ruang menyusui, toilet ramah disabilitas, ruang tunggu ber-AC, hingga layar informasi digital. Keamanan pun ditunjang dengan CCTV dan petugas siaga sepanjang waktu. Selain itu, integrasi transportasi disediakan melalui koneksi dengan TransJakarta, mikrotrans, bajaj, serta layanan transportasi daring.

KAI bersama pemerintah juga tengah mendorong revitalisasi Stasiun Jakarta Kota dan kawasan sekitarnya. Upaya ini dilakukan untuk merawat nilai sejarah sambil menghadirkan wajah baru transportasi perkotaan yang ramah pejalan kaki, modern, dan berwawasan lingkungan.

Transformasi digital turut dihadirkan lewat aplikasi Access by KAI, yang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membeli tiket, memantau jadwal secara real-time, memilih kursi, hingga mengakses beragam promo.

Anne menegaskan bahwa Stasiun Jakarta Kota menjadi bukti bagaimana sejarah dan masa depan dapat berpadu dalam satu ruang perjalanan, menjadikannya bukan hanya simpul transportasi, melainkan juga ikon transformasi kota.