Pemkot Malang Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Gerakan Penting

(Berita Daerah-Malang) Pemerintah Kota Malang meluncurkan Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting yang diberi nama Gerakan Penting, Selasa (5/5/2026).

Program ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor untuk mempercepat penurunan AKI, AKB, dan stunting melalui pendekatan terpadu dari tahap pencegahan hingga penanganan.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa Gerakan Penting menjadi bagian dari Dasa Bakti Unggulan Pemkot Malang, yakni Ngalam Tahes.

Ia menegaskan, pemerintah menargetkan tidak ada lagi kasus kematian ibu melahirkan dan bayi, serta menurunkan angka stunting yang saat ini masih berada di kisaran delapan persen.

“Melalui gerakan ini, kami ingin mewujudkan nol kematian ibu dan bayi. Angka stunting juga terus kita tekan secara bertahap hingga mencapai nol,” ujarnya.

Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pencegahan pernikahan usia dini melalui edukasi bersama Kementerian Agama hingga pendampingan oleh tenaga kesehatan dan perangkat daerah.

Selain itu, keterlibatan dokter spesialis, organisasi profesi, serta kepolisian turut memperkuat pelaksanaan program tersebut.

Pemkot Malang juga mengoptimalkan peran puskesmas, lurah, dan camat dalam mendata serta memastikan ibu hamil mendapatkan layanan pemeriksaan sejak dini.

Ali menambahkan, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Kota Malang telah diperkuat guna menunjang pelayanan ibu dan anak.

Saat ini, setiap puskesmas telah didukung oleh dokter spesialis anak dan kandungan untuk memastikan layanan berjalan maksimal.

“Fasilitas kesehatan dan tenaga medis sudah memadai. Setiap puskesmas didampingi dua dokter spesialis agar pelayanan lebih optimal,” jelasnya.

Gerakan ini juga melibatkan kader posyandu serta perangkat wilayah hingga tingkat kelurahan dalam proses pendataan dan pendampingan masyarakat.

Program RT Berkelas turut diintegrasikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan berbasis wilayah.

Ali menegaskan, pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, Pemkot Malang optimistis target penurunan AKI, AKB, dan stunting dapat tercapai secara maksimal.

“Yang terpenting adalah kesadaran bersama. Sistem dan pelayanan sudah kita perbaiki, ke depan kita harapkan bisa mencapai nol stunting, nol kematian bayi, dan nol kematian ibu melahirkan,” pungkasnya.