Pengembangan jaringan TPS3R di berbagai wilayah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengedepankan pengurangan sampah, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Pengembangan jaringan TPS3R di berbagai wilayah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengedepankan pengurangan sampah, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Banyuwangi Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Kolaborasi Indonesia–UEA Dukung Pembangunan TPS3R

(Beritadaerah – Banyuwangi) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular. Sejak diluncurkan pada 2018, program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) menjadi salah satu langkah strategis daerah dalam mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem kumpul-angkut-buang menjadi pilah-olah-manfaatkan.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari berbagai mitra internasional. Salah satunya melalui lembaga Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) yang mendukung pembangunan TPS3R Kertosari di Kecamatan Banyuwangi.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, jajaran Clean Rivers UEA melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi dan bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata, Rabu (29/7).

Delegasi tersebut dipimpin Pejabat Senior Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab Ahla Abdulmuhsen, Direktur Clean Rivers Reinier Van Der Lely, Senior Manager Maryam Al Memari, serta Manager Aza Wee Sile. Turut hadir Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Pangan Guntur Priambodo, Director Systemiq Jason Edward Hale, dan Manager Borealis Mari Kylmala.

Direktur Clean Rivers UEA, Reinier Van Der Lely, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi melalui Program Banyuwangi Hijau.

“Kami telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Project STOP dalam menjalankan program transformasi persampahan Banyuwangi Hijau,” ujar Reinier.

Saat ini Clean Rivers mendukung pelaksanaan Program Banyuwangi Hijau Fase III melalui pembangunan TPS3R Kertosari yang mulai dikerjakan sejak awal Juli 2026.

Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan target penyelesaian selama 10 bulan. Nantinya TPS3R Kertosari memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan akan melayani Kecamatan Banyuwangi beserta wilayah sekitarnya.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan tingkat daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Kami sangat senang melihat perkembangan yang sangat cepat. Enam bulan lalu kami sudah berkunjung ke sini dan kini pembangunan Tahap III telah dimulai dengan persiapan yang sangat baik,” kata Reinier.

Selain meninjau pembangunan TPS3R Kertosari, delegasi juga mengunjungi TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang sebelumnya dibangun melalui dukungan Pemerintah Norwegia dan Borealis.

Menurut Reinier, pihaknya juga ingin melihat secara langsung proses edukasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumber serta sistem pengumpulan sampah yang telah diterapkan di Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai mitra internasional yang selama ini ikut mendorong transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab menjadi contoh kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Kerja sama ini bukan hanya menjadi investasi bagi keberlanjutan lingkungan, tetapi juga investasi untuk kesehatan generasi masa depan dan peningkatan daya saing ekonomi daerah,” ujar Ipuk.

Ia menjelaskan, transformasi pengelolaan sampah di Banyuwangi telah dimulai sejak 2017 melalui Program Project STOP yang ditandai dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo di Kecamatan Muncar.

Program tersebut kemudian berkembang melalui Banyuwangi Hijau Fase I dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon yang didukung Pemerintah Norwegia.

Selanjutnya, Banyuwangi Hijau Fase II menghadirkan pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo dengan dukungan Pemerintah Austria. Kini, Banyuwangi Hijau Fase III dilanjutkan melalui pembangunan TPS3R Kertosari yang mendapat dukungan Clean Rivers Uni Emirat Arab.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga akan memperoleh dukungan pembangunan TPS3R baru di Kecamatan Wongsorejo yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Kolaborasi Dorong Ekonomi Sirkular

Pengembangan jaringan TPS3R di berbagai wilayah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengedepankan pengurangan sampah, pemanfaatan kembali material yang masih bernilai, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Selain mengurangi beban TPA, keberadaan TPS3R juga membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan pemilahan, daur ulang, dan pengolahan sampah yang melibatkan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kualitas hidup warga, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah yang konsisten mengembangkan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan mitra internasional.