Selama periode 13–30 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 7.459 orang atau naik sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pergerakan pesawat bahkan melonjak hingga 44 persen, disertai peningkatan volume kargo sebesar 22,5 persen. Data ini memperlihatkan mobilitas wisatawan yang semakin tinggi melalui jalur udara.
Selama periode 13–30 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 7.459 orang atau naik sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pergerakan pesawat bahkan melonjak hingga 44 persen, disertai peningkatan volume kargo sebesar 22,5 persen. Data ini memperlihatkan mobilitas wisatawan yang semakin tinggi melalui jalur udara.

Banyuwangi Kian Jadi Magnet Wisata, Akses Udara dan Darat Jadi Pilihan

(Beritadaerah – Banyuwangi) Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Lonjakan jumlah penumpang di Bandara Internasional Banyuwangi saat libur Lebaran 2026 menjadi salah satu indikator meningkatnya minat wisatawan berkunjung ke daerah berjuluk “Sunrise of Java” ini.

Selama periode 13–30 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 7.459 orang atau naik sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pergerakan pesawat bahkan melonjak hingga 44 persen, disertai peningkatan volume kargo sebesar 22,5 persen. Data ini memperlihatkan mobilitas wisatawan yang semakin tinggi melalui jalur udara.

Namun, daya tarik Banyuwangi tidak hanya tercermin dari jalur udara. Dari sudut pandang media daerah, arus wisatawan melalui jalur darat justru menjadi faktor penting yang memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi favorit.

Selain Transportasi Udara, Jalur Darat Menjadi salah satu pilihan

Selain pesawat, mayoritas wisatawan datang melalui jalur darat. Akses jalan nasional yang semakin baik serta konektivitas antarwilayah di Jawa Timur dan Bali menjadikan Banyuwangi mudah dijangkau.

Arus kendaraan pribadi, bus pariwisata, hingga travel terus meningkat, terutama saat musim liburan. Banyak wisatawan dari kota-kota seperti Surabaya, Malang, hingga luar provinsi memilih perjalanan darat karena lebih fleksibel dan ekonomis.

Tak hanya itu, posisi strategis Banyuwangi yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Ketapang juga menjadi pintu masuk utama wisatawan dari Pulau Bali. Ribuan orang melintas setiap hari menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun bus.

Berdasarkan tren masyarakat, lonjakan kendaraan saat libur panjang bisa meningkat signifikan dibanding hari biasa, terutama pada momen Lebaran dan libur sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa jalur darat masih menjadi pilihan utama wisatawan domestik.
Faktor Pendukung Wisatawan

1. Destinasi Wisata Lengkap

Banyuwangi memiliki beragam destinasi, mulai dari alam hingga budaya. Kawasan Geopark Ijen dengan fenomena blue fire menjadi daya tarik kelas dunia. Selain itu, pantai, hutan, dan wisata budaya juga terus dikembangkan.

2. Akses Transportasi Semakin Baik

Peningkatan layanan di Bandara Internasional Banyuwangi diimbangi dengan kemudahan akses jalan darat dan koneksi pelabuhan. Kombinasi ini membuat wisatawan memiliki banyak pilihan transportasi.

3. Dukungan Infrastruktur dan Event

Pemerintah daerah aktif menggelar berbagai event wisata dan budaya yang mampu menarik kunjungan. Infrastruktur penunjang seperti jalan, penginapan, dan fasilitas publik juga terus diperbaiki.

4. Peran Masyarakat Lokal

Masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan potensi wisata. Banyak pelaku UMKM, homestay, hingga jasa wisata tumbuh, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih ramah bagi wisatawan.

Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah pada thun 2026. Sejumlah program strategis dijalankan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi.

1. Penguatan Akses Transportasi

Salah satu program utama adalah peningkatan konektivitas menuju Banyuwangi. Optimalisasi layanan di Bandara Internasional Banyuwangi terus dilakukan, baik dari sisi frekuensi penerbangan maupun kualitas layanan.

Selain itu, akses darat menuju kawasan wisata diperbaiki untuk mendukung arus wisatawan, termasuk jalur menuju destinasi unggulan dan koneksi ke Pelabuhan Ketapang sebagai pintu masuk dari Pulau Bali.

2. Pengembangan Destinasi Unggulan

Pemerintah daerah terus mengembangkan kawasan wisata prioritas seperti Geopark Ijen yang telah dikenal dunia. Penataan kawasan, peningkatan fasilitas, serta pengelolaan berbasis konservasi menjadi fokus utama.

Selain itu, pengembangan wisata pantai, desa wisata, dan ekowisata juga diperluas agar wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi.

3. Event dan Promosi Wisata

Banyuwangi dikenal aktif menggelar berbagai festival budaya dan event pariwisata sepanjang tahun. Program ini terus dilanjutkan pada 2026 untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Event lokal tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana promosi budaya daerah serta peningkatan ekonomi pelaku UMKM.

4. Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM

Pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata, mulai dari pengelolaan homestay, kuliner lokal, hingga jasa wisata.

Pelatihan dan pendampingan diberikan agar masyarakat mampu meningkatkan kualitas layanan dan produk, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih baik

5. Digitalisasi dan Promosi Online

Di era digital, promosi wisata Banyuwangi juga diperkuat melalui platform online dan media sosial. Informasi destinasi, event, hingga akses transportasi dibuat lebih mudah dijangkau wisatawan. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau generasi muda dan wisatawan global.