(Berita Daerah-Aceh) Pekerja mendinginkan biji kopi setelah proses penyangraian di UKM Taufik Kopi, Banda Aceh, Aceh, Kamis (26/3/2026). Pelaku usaha tersebut mengolah kopi robusta secara tradisional yang dianggap memiliki cita rasa khas yang berbeda dibandingkan pengolahan secara modern, sekaligus memenuhi permintaan pasar lokal hingga ke sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Batam, Jakarta, dan Kalimantan Timur dengan harga jual Rp140 ribu per kilogram,
Kopi Aceh, salah satu komoditas unggulan Indonesia, memiliki proses produksi yang unik dan tradisional. Di Aceh, kopi bukan hanya sekedar minuman, tapi juga bagian dari budaya dan tradisi.
Berikut adalah proses produksi bubuk kopi tradisional Aceh.
*1. Panen dan Pengumpulan Buah Kopi* Proses dimulai dengan panen buah kopi yang sudah matang. Petani kopi Aceh biasanya memetik buah kopi secara manual, memilih buah yang sudah berwarna merah atau kuning.
*2. Pengolahan Buah Kopi* Buah kopi kemudian diolah dengan cara tradisional, yaitu dengan mengiris kulit buah kopi dan memisahkan biji kopi dari kulitnya. Proses ini biasanya dilakukan secara manual dengan menggunakan pisau atau alat sederhana.
*3. Fermentasi* Biji kopi kemudian difermentasi selama beberapa hari untuk mengembangkan rasa dan aroma. Proses fermentasi ini sangat penting untuk menghasilkan kopi dengan rasa yang khas.
*4. Pengeringan* Setelah fermentasi, biji kopi dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Proses pengeringan ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada cuaca.
*5. Penggorengan* Biji kopi yang sudah kering kemudian digoreng dengan api kecil untuk mengembangkan rasa dan aroma. Proses penggorengan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan wajan besar dan api kayu.
*6. Penumbukan* Setelah digoreng, biji kopi didinginkan dan kemudian ditumbuk secara manual dengan menggunakan lesung dan alu. Proses penumbukan ini menghasilkan bubuk kopi yang halus dan siap diseduh.
*7. Penyeduhan* Bubuk kopi Aceh siap diseduh dengan menggunakan alat tradisional, seperti gota (alat seduh kopi tradisional Aceh) atau teko. Kopi Aceh biasanya disajikan dengan gula aren dan susu, atau tanpa tambahan apa pun untuk menikmati rasa asli kopi. Proses produksi bubuk kopi tradisional Aceh ini memang memakan waktu dan tenaga, tapi hasilnya sangat memuaskan. Rasa dan aroma kopi Aceh yang khas membuat kopi ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia. 
Proses produksi bubuk kopi tradisional Aceh ini memang memakan waktu dan tenaga, tapi hasilnya sangat memuaskan. Rasa dan aroma kopi Aceh yang khas membuat kopi ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia.


