(Beritadaerah-Jakarta) Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan jalan nasional di Jawa Timur ditargetkan rampung paling lambat sepuluh hari sebelum Lebaran 2026. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerjanya di Tuban, sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik.
Ia menyampaikan bahwa kondisi jalan nasional harus berada dalam keadaan aman dan layak dilalui masyarakat, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang mendominasi perjalanan mudik. Dengan tenggat H-10, pemerintah ingin memberi waktu cukup untuk memastikan tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang mengganggu arus lalu lintas saat puncak pergerakan.
Secara keseluruhan, panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang terbagi dalam 358 ruas, serta ditopang 973 jembatan dengan total bentang lebih dari 34 ribu meter. Tingkat kemantapan jalan dilaporkan telah melampaui 80 persen, dengan sebagian besar ruas berada dalam kondisi baik dan sedang.
Penanganan kerusakan juga terus dipercepat. Dari 14.132 titik lubang yang teridentifikasi, lebih dari 13 ribu titik telah diperbaiki, sementara sisanya dalam tahap penyelesaian. Selain itu, pekerjaan pembaruan marka jalan digencarkan guna meningkatkan aspek keselamatan berkendara.
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan dan kecelakaan turut dipetakan, seperti ruas perbatasan Bangkalan–Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi. Di lokasi tersebut dilakukan penguatan pengawasan, pemasangan rambu tambahan, dan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian.
Antisipasi juga dilakukan pada jalur yang rawan banjir dan longsor, antara lain Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, hingga perbatasan Kabupaten Malang–Lumajang, termasuk segmen Turen Km 54+500 sampai Km 60+150. Personel dan peralatan disiagakan untuk menjamin respons cepat terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
BBPJN Jawa Timur–Bali turut mendirikan posko Lebaran di berbagai wilayah sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu. Dengan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan peralatan, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran 2026 dapat terjaga secara optimal.


