Suahasil Nazara: Integritas Tetap Jadi Fondasi Kinerja Kemenkeu pada Peringatan Hakordia 2025

(Beritadaerah-Jakarta) Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa komitmen terhadap integritas dan upaya pencegahan korupsi tetap menjadi pegangan utama seluruh jajaran Kementerian Keuangan. Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Jumat (12/12).

Dalam kesempatan itu, Suahasil menilai Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember berfungsi sebagai pengingat bersama bahwa integritas merupakan nilai universal yang terus dijunjung komunitas global. Ia memandang momen ini penting untuk menegaskan kembali bahwa integritas harus melekat dalam setiap aktivitas kerja sehari-hari insan Kemenkeu.

Ia juga mengulas posisi integritas sebagai nilai utama dalam lima Nilai Kementerian Keuangan, yakni Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Menurutnya, nilai pertama tersebut menjadi dasar yang menguatkan penerapan nilai-nilai lainnya, sehingga perlu terus diinternalisasi, tidak hanya pada peringatan tahunan, tetapi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, Suahasil menekankan bahwa penguatan integritas semakin relevan di tengah situasi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan bahwa Kemenkeu berkomitmen memastikan percepatan pemulihan bagi masyarakat di 52 kabupaten/kota terdampak melalui dukungan kebijakan fiskal yang tepat.

Dukungan tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui optimalisasi transfer ke daerah, pengelolaan belanja pemerintah daerah, serta penataan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2026. Kebijakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk wilayah terdampak bencana, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di seluruh Indonesia dengan tetap berlandaskan lima nilai Kemenkeu.

Menutup sambutannya, Suahasil mengingatkan seluruh jajaran agar menuntaskan berbagai kewajiban pengelolaan keuangan negara menjelang akhir tahun 2025. Ia menekankan pentingnya penyelesaian laporan keuangan, penutupan kas negara, serta pencapaian target penerimaan sebagai bagian dari akuntabilitas publik. Ia berharap semangat integritas dan antikorupsi yang diperbarui pada Hakordia 2025 dapat menjadi bekal memasuki tahun 2026 dengan kinerja yang lebih baik.