(Beritadaerah-Nasional) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan penting dengan para pemimpin lembaga keuangan dunia saat kunjungan kerja di Washington, D.C.. Agenda tersebut disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat keyakinan internasional terhadap kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia.
Dalam pertemuan dengan pimpinan International Monetary Fund yang dipimpin Kristalina Georgieva, serta jajaran World Bank Group dan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings, pemerintah Indonesia menyampaikan berbagai langkah strategis yang telah ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam forum tersebut, pemerintah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah dinamika global yang belum stabil. Ketidakpastian yang masih berlangsung, termasuk akibat tensi geopolitik dan volatilitas harga energi, turut menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan global.
Menanggapi kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki fondasi fiskal yang relatif kuat serta ruang kebijakan yang cukup untuk meredam dampak eksternal. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari keyakinan bahwa perekonomian nasional tetap mampu bertahan di tengah tekanan global.
Dalam diskusi lanjutan bersama Bank Dunia dan S&P, strategi fiskal pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto mendapatkan tanggapan positif. Pendekatan yang diambil dianggap mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Pemerintah juga telah memaparkan secara rinci berbagai kebijakan yang diambil beserta dampaknya terhadap APBN dan kinerja ekonomi nasional. Secara keseluruhan, respons dari lembaga internasional menunjukkan apresiasi terhadap konsistensi Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan tanpa membebani fiskal secara berlebihan.
Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan mitra global dalam memperkuat ketahanan ekonomi ke depan.


