Telkom Akses Gerakkan Pemulihan Cepat Jaringan Telekomunikasi di Sumatera Pasca Banjir dan Longsor

(Beritadaerah-Nasional) Sejumlah kawasan di Sumatera dilaporkan mengalami gangguan infrastruktur telekomunikasi setelah banjir dan tanah longsor melanda wilayah tersebut pada penghujung November 2025. Situasi ini langsung ditindaklanjuti oleh PT Telkom Akses, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui percepatan pemulihan jaringan di berbagai titik yang terdampak mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Pihak perusahaan menyampaikan bahwa bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada perangkat jaringan serta terganggunya pasokan listrik yang menjadi penopang utama layanan telekomunikasi. Kondisi tersebut diperparah oleh sejumlah kabel backbone, feeder, hingga kabel distribusi yang terputus akibat arus banjir maupun tertimbun material longsor.

Berdasarkan laporan lapangan, kerusakan paling banyak ditemukan pada perangkat Mini OLT, Node-B, serta ONT pelanggan. Sejak 25 November 2025, tercatat lebih dari 62 ribu ONT pelanggan tidak dapat beroperasi, terutama di wilayah Aceh yang mengalami pemadaman listrik luas. Dari jumlah tersebut, sebagian perangkat telah kembali aktif, sementara proses pendataan dan pemeriksaan kerusakan fisik terus dilanjutkan.

Area Kualasimpang, Langsa, Takengon, dan Sibolga disebut sebagai zona dengan gangguan paling berat sehingga penanganan di wilayah tersebut dijadikan prioritas. Proses perbaikan dilakukan serentak oleh tim Maintenance & Assurance dengan dukungan logistik serta personel dari berbagai unit.

Sementara inventarisasi kerusakan rinci masih berlangsung, sebagian lokasi yang memungkinkan telah mulai mendapatkan perbaikan sementara. Untuk memastikan perangkat vital tetap beroperasi, tim di lapangan juga mengaktifkan sejumlah perangkat melalui genset portabel di daerah yang belum mendapatkan aliran listrik kembali.

Guna mempercepat pemulihan jaringan, Telkom Akses mengerahkan 320 teknisi dan tenaga pendukung dari berbagai daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi layanan dan meminimalkan dampak gangguan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah Sumatera terus dipercepat dengan penyebaran personel teknis secara terstruktur. Telkom Akses melaporkan bahwa ratusan petugas diterjunkan ke berbagai lokasi terdampak untuk mempercepat normalisasi layanan pasca banjir dan longsor.

Sebaran personel diturunkan sesuai tingkat kerusakan di masing-masing wilayah, yakni 58 petugas di Aceh, 129 personel di Medan, 69 personel di Sumatera Barat, serta 64 personel di Sumatera Utara. Selain tenaga utama di daerah terdampak, sebanyak 34 personel tambahan turut diperbantukan dari wilayah yang tidak terkena bencana, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan, hingga Sumatera Selatan. Keterlibatan lintas wilayah ini dilakukan untuk memastikan pemulihan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa keberadaan layanan telekomunikasi dalam situasi darurat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Ambari, Direktur Operation Telkom Akses, menyampaikan bahwa tim di lapangan bekerja tanpa henti untuk mengembalikan stabilitas layanan agar masyarakat maupun instansi pemerintah dapat segera kembali berkomunikasi dengan normal.

Proses pemulihan disebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan, termasuk tingkat aksesibilitas dan ketersediaan pasokan listrik. Telkom Akses menegaskan bahwa seluruh koneksi yang terdampak akan direstorasi hingga dapat kembali berfungsi optimal. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat, terutama di saat situasi darurat menuntut kehadiran konektivitas yang andal.