(Beritadaerah-Jakarta) Dalam refleksi satu tahun masa kerja pemerintahan yang baru, sektor pertanian disebut mengalami kemajuan berarti, ditandai dengan lonjakan harga hasil panen dan capaian swasembada sejumlah komoditas utama. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian, yang menyebut bahwa berbagai program strategis berhasil dijalankan dengan hasil yang mulai dirasakan oleh masyarakat luas.
Menurutnya, selama 12 bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah indikator utama di bidang pangan menunjukkan tren positif. Disebutkan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras dan jagung pada tahun 2025, dan bahkan mulai melakukan ekspor untuk beberapa komoditas yang sebelumnya bergantung pada pasokan luar negeri, seperti gula konsumsi dan garam.
Pihak Kementerian Pertanian menggarisbawahi pentingnya dukungan dari sisi hulu pertanian. Penyediaan benih unggul, distribusi pupuk yang lebih merata, serta perbaikan sistem irigasi disebut sebagai faktor-faktor yang mendorong kenaikan produktivitas di tingkat petani. Program rehabilitasi irigasi juga dilaporkan telah menyentuh berbagai daerah di Indonesia, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi lebih efektif.
Dalam hal distribusi dan penyerapan hasil pertanian, pemerintah disebut hadir secara aktif di lapangan untuk memastikan harga yang diterima petani tetap stabil dan menguntungkan. Hal ini tercermin dalam meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 124. Kenaikan ini dinilai sebagai indikasi bahwa pendapatan petani mengalami perbaikan yang signifikan.
Selain sektor pangan, program-program lain seperti pemberdayaan usaha mikro, bantuan sosial, dan akses pendidikan juga disebut memberikan dampak langsung ke masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa berbagai kebijakan yang telah terbukti efektif akan terus dilanjutkan dan diperbaiki ke depannya.
Meskipun berbagai pencapaian telah diraih, pihak kementerian menegaskan bahwa proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan tetap dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.


