Normalisasi Batang Kuranji Dipercepat, Kementerian PU Upayakan Tekan Ancaman Banjir di Padang

(Beritadaerah-Padang) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan penanganan Sungai Batang Kuranji sebagai langkah menurunkan potensi banjir di Kota Padang. Pekerjaan normalisasi difokuskan di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, menyusul terjadinya banjir susulan pada awal Januari 2026 akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan sungai meluap.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa percepatan penanganan pascabencana menjadi prioritas kementeriannya, termasuk melalui penataan kembali alur sungai agar risiko kejadian serupa dapat ditekan. Ia menekankan pentingnya memastikan kapasitas sungai kembali memadai dalam menampung debit air saat hujan lebat, dengan keselamatan warga sebagai fokus utama.

Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Upaya yang dilakukan antara lain membuka dan mengarahkan kembali alur sungai ke bagian tengah guna mengurangi tekanan aliran air pada sisi sungai yang berdekatan dengan jalan dan permukiman.

Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa kondisi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk sebelumnya telah mengancam badan jalan serta lingkungan permukiman warga. Oleh karena itu, penanganan diarahkan untuk menata kembali alur sungai agar tidak lagi menggerus sisi kiri sungai yang berisiko tinggi terhadap infrastruktur dan hunian masyarakat.

Dalam penanganan darurat tersebut, BWS Sumatera V telah mengerahkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan, dengan tujuh unit difokuskan di kawasan Batu Busuk. Selain normalisasi alur sungai, pekerjaan juga mencakup pemulihan jalan desa yang terputus sepanjang sekitar 200 meter. Seluruh rangkaian penanganan darurat ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat hari agar aktivitas masyarakat setempat kembali berjalan normal.

Lebih lanjut, Naryo menyampaikan harapan agar langkah-langkah yang dilakukan Kementerian PU mampu mengurangi ancaman banjir terhadap permukiman dan akses jalan warga. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana berdiskusi dengan kalangan akademisi untuk merumuskan penanganan Sungai Batang Kuranji secara lebih menyeluruh, mengingat fungsi sungai tersebut saat ini dinilai telah berkurang hampir setengah dari kapasitas idealnya.

Untuk mendukung penanganan jangka panjang, Kementerian PU juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Padang, khususnya terkait ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai. Dukungan tersebut dinilai penting agar proses penataan sungai ke depan dapat berjalan lancar tanpa terkendala persoalan sosial.