Menkeu Sampaikan Prospek Ekonomi RI di AS, Investor Global Didorong Tingkatkan Kepercayaan

(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan dengan pelaku pasar keuangan internasional di New York dan Washington DC guna memaparkan kondisi ekonomi nasional serta arah kebijakan fiskal ke depan.

Dalam agenda tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa fondasi makroekonomi Indonesia tetap solid dan didukung strategi fiskal yang terarah. Penjelasan ini diberikan untuk memperkuat keyakinan investor global bahwa kebijakan pemerintah berada di jalur yang tepat serta mampu menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Ia mengungkapkan bahwa para investor pada dasarnya memiliki minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, mereka membutuhkan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang terkait kondisi fiskal. Pemerintah pun memberikan penjelasan komprehensif agar persepsi yang kurang tepat dapat diluruskan.

Menurutnya, investor asing sebenarnya tidak meragukan kerangka kebijakan ekonomi Indonesia. Mereka hanya ingin memastikan bahwa informasi negatif yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Dengan pemaparan yang disampaikan, para investor dinilai dapat memahami dan menerima arah kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Selain itu, terdapat masukan agar komunikasi pemerintah dengan investor internasional terus diperkuat. Hal ini penting mengingat fundamental ekonomi Indonesia dinilai sudah cukup kuat, namun masih perlu didukung penyampaian informasi yang lebih efektif.

Menkeu juga menyinggung pandangan investor terhadap penilaian sejumlah lembaga pemeringkat global yang dianggap terlalu cepat memberikan outlook negatif, terutama saat data ekonomi belum sepenuhnya lengkap.

Untuk semakin meningkatkan kepercayaan pasar, pemerintah berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target dalam APBN. Jika pertumbuhan ekonomi mampu bertahan di kisaran 5,5 persen pada triwulan pertama dan tetap kuat pada periode berikutnya, hal ini diyakini akan mendorong peningkatan investasi ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan berdialog dengan sejumlah institusi keuangan besar dunia, antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, serta TD Asset Management. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kepercayaan dan menarik aliran investasi asing ke Indonesia.