PLN Group Selesaikan Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta ECRL di Malaysia Lebih Cepat dari Target

(Beritadaerah-Nasional) Grup PLN melalui subholding PLN Nusantara Power bersama anak usahanya PLN Nusantara Power Construction berhasil menuntaskan dua titik proyek elektrifikasi jalur kereta api East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Penyelesaian proyek tersebut mencakup pembangunan Feeder Station (FS) 01 yang berlokasi di Tunjung, Kelantan dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang. Pekerjaan pada FS 01 dilaporkan rampung sekitar 15 hari lebih awal dari target, sementara FS 09 selesai hampir satu bulan lebih cepat.

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari kontrak konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) yang melibatkan PLN Group. Dalam pelaksanaannya, PLN Nusantara Power bertanggung jawab terhadap pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN Nusantara Power Construction menangani penyediaan perangkat pendukung sekaligus pekerjaan konstruksi dan proses komisioning.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai keberhasilan tersebut mencerminkan hasil transformasi bisnis perusahaan yang kini semakin aktif memperluas kiprah di pasar internasional. Ia menyampaikan bahwa pengalaman dan kemampuan teknis yang dimiliki PLN memungkinkan perusahaan menjalankan proyek kelistrikan sesuai standar global sekaligus membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.

Secara keseluruhan, PLN Group dipercaya mengerjakan empat dari sepuluh Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS01, FS02, FS09, dan FS10. Pembangunan proyek yang dimulai pada Juni 2024 tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada pertengahan 2026.

Keberhasilan penyelesaian lebih cepat dari jadwal itu juga mendapat apresiasi dari mitra proyek, termasuk Tenaga Nasional Berhad selaku pemilik jaringan listrik di Malaysia serta Tenaga Switchgear yang bertindak sebagai Project Delivery Partner. Pihak pengelola proyek menilai PLN menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kualitas pekerjaan sekaligus mempercepat penyelesaian proyek.

Proyek ECRL sendiri merupakan jalur kereta listrik ganda sepanjang sekitar 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Infrastruktur transportasi ini dirancang untuk melayani angkutan penumpang dan logistik dengan energi listrik, serta diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga sekitar satu juta ton CO₂ setiap tahun saat mulai beroperasi pada 2027.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menilai percepatan penyelesaian proyek tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan Indonesia dalam mengerjakan proyek strategis lintas negara. Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menyebut pengalaman panjang perusahaan dalam sektor pembangkitan dan transmisi listrik menjadi modal utama dalam mengerjakan proyek elektrifikasi berskala besar tersebut.