(Beritadaerah-Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang kuat di tengah dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian. Ia menilai fluktuasi ekonomi dunia saat ini relatif terkendali, meskipun ruang peningkatan pertumbuhan global masih terbatas.
Dalam pandangannya, perkembangan ekonomi internasional bukan faktor dominan bagi kinerja ekonomi nasional. Hal tersebut disebabkan oleh struktur pertumbuhan Indonesia yang sebagian besar ditopang oleh permintaan domestik. Dengan porsi kontribusi konsumsi dan aktivitas dalam negeri yang sangat besar, perlambatan global dinilai tidak serta-merta berdampak signifikan terhadap laju ekonomi nasional.
Ia menyampaikan bahwa dengan dominasi permintaan domestik, Indonesia seharusnya mampu menjaga momentum pertumbuhan tanpa terlalu terpengaruh kondisi eksternal. Oleh karena itu, pelemahan ekonomi dunia tidak sepatutnya dijadikan pembenaran atas perlambatan ekonomi di dalam negeri.
Dari sisi fundamental, kondisi makroekonomi Indonesia dinilai berada pada posisi yang cukup solid. Laju inflasi tercatat rendah dan stabil, dengan inflasi inti berada pada level yang terkendali. Bahkan, tanpa memperhitungkan komponen harga emas, tekanan inflasi dinilai semakin rendah, mencerminkan permintaan yang masih moderat.
Menteri Keuangan menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi nasional belum mengalami tekanan permintaan yang berlebihan. Dengan kondisi demikian, pemerintah masih memiliki ruang untuk mendorong akselerasi pertumbuhan tanpa harus menghadapi risiko pengetatan kebijakan moneter akibat lonjakan inflasi.
Capaian pertumbuhan ekonomi pada beberapa triwulan terakhir yang berada di kisaran 5 persen lebih juga dipandang sebagai sinyal positif. Menurutnya, peluang untuk meningkatkan pertumbuhan masih terbuka lebar tanpa memicu kenaikan suku bunga yang signifikan.
Untuk memperkuat kinerja ekonomi, pemerintah terus mendorong strategi debottlenecking sebagai upaya memperbaiki iklim investasi. Melalui mekanisme koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dilakukan secara rutin, berbagai kendala usaha diharapkan dapat diatasi secara cepat dan terukur.
Seiring dengan perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan negara dari pajak dan bea cukai, serta pengelolaan defisit anggaran yang terjaga, pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlanjut secara berkesinambungan. Menteri Keuangan pun menaruh optimisme terhadap prospek pasar keuangan dan mendorong pelaku usaha untuk tidak menunda rencana investasi maupun ekspansi bisnis.


