Indonesia dan Jerman Luncurkan InCircular untuk Mempercepat Transformasi Ekonomi Sirkular

(Beritadaerah-Jakarta) Kementerian PPN/Bappenas dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH secara resmi memperkenalkan Proyek InCircular sebagai langkah untuk memperkuat percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular. Peluncuran yang berlangsung pada Kamis (27/11) tersebut merupakan bagian dari kerja sama pembangunan Jerman melalui Kementerian Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), serta melibatkan lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah kedua negara, asosiasi industri, organisasi masyarakat sipil, hingga mitra pembangunan internasional. Pada kesempatan itu, Bappenas dan GIZ menandatangani Perjanjian Kerja Sama Proyek InCircular yang akan berperan dalam mendukung implementasi Circular Economy Roadmap & Action Plan Indonesia melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, koordinasi multipihak, dan perbaikan sistem pengelolaan sampah di sejumlah wilayah terpilih.

Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan transformasi ekonomi sirkular sebagai bagian penting dari agenda pembangunan jangka panjang, sebagaimana tercantum dalam Circular Economy Roadmap and Action Plan 2025–2045. Ia menjelaskan bahwa kerja sama selama lima tahun dalam proyek InCircular tidak hanya berfokus di tingkat nasional, tetapi juga melibatkan tiga provinsi sebagai lokasi percontohan, yaitu Jawa Timur, Bali, dan Jakarta.

Beragam kebijakan yang tengah dijalankan pemerintah, seperti penghentian praktik open dumping di TPA, rencana penerapan kewajiban Extended Producer Responsibility (EPR), penyusunan standar industri hijau, hingga pengembangan fasilitas waste-to-energy, turut menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengurangi polusi sampah sekaligus memperkuat ekonomi sirkular.

Dari pihak Jerman, Head of Division Southeast Asia BMZ, Andreas Foerster, menilai bahwa pembenahan sistem pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi sirkular menjadi elemen penting untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa Jerman memiliki banyak perusahaan terkemuka di bidang pengelolaan sampah dan daur ulang, sehingga kerja sama kedua negara dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor ekonomi sirkular di Indonesia.

Kemitraan Indonesia–Jerman dalam isu pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular sebenarnya telah berlangsung cukup panjang melalui berbagai bentuk dukungan finansial dan teknis, termasuk dari KfW dan GIZ. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas pemerintah pusat dan daerah, penyusunan regulasi, pelibatan sektor usaha, hingga pengembangan rencana infrastruktur. Ke depan, Proyek InCircular diharapkan menjadi wadah untuk menyelaraskan prioritas serta memperkuat agenda bersama dalam mendorong pembangunan ekonomi sirkular nasional.

Deputi Teguh menegaskan bahwa penguatan industri dan peningkatan kapasitas daerah perlu berjalan paralel agar inovasi dan kemajuan yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata. Ia menambahkan bahwa perubahan berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menuju visi bersama—pertumbuhan ekonomi yang sirkular, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia dan planet bumi.