Menkeu Dorong Sinergi Fiskal dan Moneter untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

(Beritadaerah-Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya pemanfaatan instrumen fiskal dan moneter secara seimbang guna menjaga momentum pemulihan ekonomi. Ia menilai, perlambatan belanja pemerintah maupun kebijakan moneter yang terlalu ketat dapat memberikan dampak negatif bagi perekonomian.

Sebagai langkah awal, Purbaya mengalihkan dana pemerintah sekitar Rp200 triliun dari rekening Bank Indonesia ke sistem perbankan. Kebijakan ini, menurutnya, diharapkan mampu menambah likuiditas agar bank lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor riil, bukan sekadar menempatkan dana pada instrumen jangka pendek maupun surat utang negara.

Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada konsumsi, ekspor, dan belanja pemerintah, tetapi juga membutuhkan dorongan investasi. Untuk itu, peran swasta bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) diarahkan menjadi motor tambahan pembiayaan. Investasi yang masuk melalui Danantara disebut akan diprioritaskan pada sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah tetap hadir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memberikan stimulus untuk proyek infrastruktur prioritas, mulai dari perumahan, ketahanan pangan dan energi, hingga sarana pendidikan dan kesehatan. Dalam RAPBN 2026, target pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dibandingkan 5,2 persen pada APBN tahun berjalan.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif. Akademisi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, menyebut kebijakan Menkeu membuka ruang lebih besar bagi perbankan dalam menyalurkan kredit. Sementara peneliti Core, Yusuf Rendi Manilet, menekankan pentingnya sinergi antara APBN dan sektor swasta agar dampak kebijakan lebih optimal.

Di sisi lain, Direktur Mubyarto Institute, Awan Santosa, menambahkan perlunya perhatian khusus pada investasi bagi UMKM. Menurutnya, sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berperan penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.