Ilustrasi Komoditas Buah Pala

Komoditas Pala Indonesia Bidik Pasar Premium Global lewat Penguatan Mutu

(Beritadaerah – Komoditi) Indonesia terus memperkuat posisi komoditas pala di pasar global. Salah satu cara yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan memastikan pemenuhan standar keamanan pangan internasional. Langkah ini menjadi kunci untuk memperluas penetrasi pala Indonesia ke pasar bernilai tinggi, sekaligus memperkuat daya saing produk rempah nasional.

Inilah yang menjadi topik bahasan pada webinar Bincang-Bincang Mutu (BBM) bertajuk “Global Food Safety & Market Access: Pala Berstandar Pala Mendunia” yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Kamis (3/9). Kegiatan tersebut diikuti 297 peserta dari kalangan UMKM, eksportir, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis karena menguasai lebih dari 50 persen pasokan pala dunia. Namun, keunggulan produksi harus diiringi konsistensi dalam menjaga mutu dan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.

“Pala merupakan komoditas rempah unggulan bernilai ekonomi tinggi untuk industri pangan, farmasi, hingga minyak atsiri. Untuk makin menguasai pasar global, besar produksi saja tidak cukup. Pelaku usaha harus konsisten menjaga mutu dan memenuhi persyaratan internasional,” ujar Moga.

Menurut data BPS, potensi ekspor pala Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Data BPS yang diolah Kemendag mencatat nilai ekspor pala (HS 090811 dan 090812) meningkat dari USD111,36 juta pada 2024 menjadi USD133,01 juta pada 2025. Indonesia bahkan memiliki pangsa pasar global sebesar 53,41 persen.

Tiongkok dan Vietnam menjadi pasar utama, sementara Uni Eropa melalui Belanda dan Jepang masih menyimpan peluang besar. Namun, pasar tersebut menerapkan persyaratan keamanan pangan yang ketat, terutama terkait cemaran mikotoksin seperti aflatoksin dan Ochratoxin A.

Karena itu, Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kemendag Sukoco menekankan pentingnya pengendalian risiko sejak awal, sejak rantai pasok. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan portal LAMANSITU untuk memahami persyaratan pasar dan mengantisipasi risiko mutu sebelum produk dikirim.

Kemendag turut memperkuat kemampuan Balai Pengujian Mutu Barang (BPMB) untuk memastikan produk memenuhi standar keamanan pangan. Penguatan tersebut didukung pembinaan keamanan pangan domestik, pemahaman regulasi pasar tujuan, serta pengalaman praktis eksportir dalam memenuhi persyaratan mikrobiologi, mikotoksin, dan residu pestisida.

Dengan kolaborasi pemerintah, perwakilan perdagangan, pelaku usaha, asosiasi, dan UMKM, pala Indonesia diharapkan semakin siap menembus pasar premium dunia dan tidak hanya unggul dari sisi volume, tetapi juga kualitas.