Umbulharjo – Upacara peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke-271 digelar khidmat di Stadion Mandala Krida pada Jumat (13/3/2026).
Mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jatraning Laku”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi diri bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk melangkah dengan tindakan yang lebih baik dalam pengabdian kepada daerah.
Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai unsur instansi vertikal. Para peserta mengenakan pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta yang mencerminkan identitas budaya sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai keistimewaan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, yang turut hadir dalam upacara tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Jadi DIY ke-271 harus dimaknai sebagai pengingat bagi para ASN untuk terus memperkuat nilai keistimewaan Yogyakarta dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Momentum Hari Jadi DIY ke-271 ini menjadi pengingat bagi kami semua, begitu juga para ASN, untuk semakin menguatkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta, terutama dalam konteks pemerintahan agar mampu bekerja dan melayani masyarakat sesuai dengan budaya yang dimiliki Yogyakarta,” ujar Wawan.
Menyikapi fenomena permainan harga menjelang momen lebaran ini, Wakil Bupati telah menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) untuk segera melakukan konsolidasi dengan para agen, Hiswana Migas, hingga pihak SBM Pertamina. Selain itu, Inspektorat Kabupaten Garut akan dilibatkan dalam kolaborasi lintas instansi untuk melakukan sidak kontrol melalui satgas guna menekan praktik penimbunan dan spekulasi di lapangan.
Selain komoditas gas, Putri juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng yang kini menyentuh angka Rp23.000 hingga Rp25.000 per liter dari harga sebelumnya yang berada di bawah Rp20.000.
“Kalau gas sebenarnya bukan ke harganya banget tapi lebih ke gak ada (stok), jadi mereka harus ke warung. Kalau minyak cukup naik dari tadi yang di bawah 20 ribu sekarang jadi 23 25 1 liter,” ungkapnya.
Putri Karlina menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk berpihak kepada kepentingan masyarakat. Meski diakui langkah penanganan ini sedikit terlambat di tengah tekanan pasar menjelang hari raya, ia memastikan pemerintah akan bekerja keras melakukan upaya terbaik guna menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan barang pokok di tengah masyarakat.


