(Beritadaerah-Pidie Jaya) Proses pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama sektor perikanan, mulai bangkit seiring langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menangani Sungai Krueng Meureudu.
Melalui penanganan darurat yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, fungsi alur Sungai Krueng Meureudu secara bertahap berhasil dipulihkan hingga ke kawasan muara. Kondisi tersebut membuat perahu nelayan yang sebelumnya terhambat akibat pendangkalan sedimen kini dapat kembali melintas dan melaut dengan lebih aman.
Kementerian PU memprioritaskan pemulihan infrastruktur sumber daya air guna menekan potensi banjir susulan sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembersihan sedimen dan material kayu, penataan ulang alur sungai, serta normalisasi di sejumlah titik kritis agar aliran air kembali lancar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada aspek mitigasi risiko, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi warga. Ia menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di wilayah terdampak diharapkan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya pada masa pemulihan setelah bencana.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BWS Sumatera I Aceh telah melakukan pelebaran dan pembersihan Sungai Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya. Penanganan ini bertujuan mengurangi sedimentasi, meningkatkan kapasitas aliran sungai, serta melindungi infrastruktur di sekitarnya, termasuk jalan dan jembatan yang berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi.
Saat ini, alur Sungai Krueng Meureudu telah terbuka sepanjang sekitar 5,7 kilometer, mulai dari Jembatan Jalan Nasional ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya hingga ke muara. Dengan kapasitas aliran yang telah membaik, sungai tersebut dinilai mampu mengalirkan debit air hingga periode ulang lima tahunan. Kondisi ini memungkinkan perahu nelayan yang sebelumnya tertahan material banjir bandang untuk kembali beroperasi dan melaut mencari penghidupan.
Ke depan, Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan infrastruktur pendukung lainnya, serta menyiapkan langkah lanjutan untuk penanganan jangka panjang. Dengan pulihnya fungsi Sungai Krueng Meureudu, aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Pidie Jaya diharapkan dapat kembali berjalan secara bertahap sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana serupa.


