Strategi Fiskal dan Likuiditas Dinilai Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

(Beritadaerah-Jakarta) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi nasional didorong oleh langkah pemerintah dalam menggerakkan belanja negara sekaligus menjaga aktivitas sektor swasta tetap ekspansif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibanding proyeksi pemerintah sebesar 5,39 persen. Capaian tersebut disebut menjadi yang tertinggi sejak masa pandemi.

Dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta, Purbaya menerangkan bahwa pemerintah berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya ekonomi agar mesin pertumbuhan dapat bergerak serentak, baik dari sisi pemerintah maupun dunia usaha.

Ia mengatakan pemerintah mendorong kementerian dan lembaga agar mempercepat realisasi belanja negara sehingga efek pengganda terhadap ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat. Menurutnya, percepatan belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Selain itu, pemerintah juga disebut memperkuat likuiditas di sektor keuangan guna mendukung aktivitas dunia usaha dan konsumsi rumah tangga. Salah satu langkah yang dilakukan ialah penempatan dana sekitar Rp200 triliun ke sistem perbankan agar penyaluran pembiayaan bagi sektor swasta semakin kuat.

Purbaya menilai strategi tersebut mulai menunjukkan dampak sejak triwulan IV 2025 dan berlanjut pada awal 2026. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada di kisaran 5 persen kini mulai bergerak lebih tinggi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat hanya bergantung pada belanja pemerintah semata, melainkan juga membutuhkan peran aktif sektor swasta. Karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan kondisi yang mendukung investasi dan kegiatan usaha.

Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kontribusi sektor swasta disebut menjadi landasan berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini.

Ke depan, pemerintah juga akan terus memperbaiki iklim investasi melalui berbagai langkah penyederhanaan hambatan usaha. Upaya tersebut dijalankan melalui satuan tugas debottlenecking yang difokuskan untuk memperlancar kegiatan bisnis dan meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.