Pemerintah Genjot Penyelesaian Hambatan Usaha, Targetkan Iklim Investasi Lebih Kondusif

(Beritadaerah-Nasional) Upaya mengurai berbagai kendala dalam dunia usaha terus diperkuat pemerintah sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa langkah debottlenecking menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih sehat dan kompetitif.

Dalam sebuah seminar yang digelar Warta Ekonomi Group bertema percepatan pertumbuhan ekonomi menuju level 6 persen, pemerintah menyoroti dua sumber utama hambatan, yakni persoalan kebijakan serta kendala operasional dalam menjalankan bisnis. Kedua aspek ini dinilai berpengaruh langsung terhadap minat dan kelancaran investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sebagai respons, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang bertugas menangani berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Tim ini bekerja lintas kementerian dan lembaga dengan pendekatan langsung melalui mekanisme aduan yang difasilitasi dalam kanal debottlenecking.

Hingga awal April 2026, jumlah laporan yang masuk tercatat lebih dari seratus kasus, dengan sebagian di antaranya telah diproses melalui sidang khusus untuk mencari solusi konkret. Pendekatan ini dinilai efektif karena memungkinkan pemerintah menangani masalah secara cepat dan terarah.

Tidak hanya berhenti pada penyelesaian kasus, pemerintah juga menekankan pentingnya pembenahan secara menyeluruh, terutama pada aspek regulasi. Evaluasi dilakukan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berjalan optimal di lapangan, sehingga perbaikan aturan dapat segera dilakukan agar implementasi lebih efektif.

Peran sektor swasta yang mendominasi perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 90 persen, menjadi alasan utama pemerintah memastikan kelancaran aktivitas bisnis. Dengan meminimalkan hambatan, diharapkan dunia usaha dapat bergerak lebih dinamis dan berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah pun optimistis, melalui sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter serta perbaikan iklim investasi, target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.