Gubernur Bali Dorong Buleleng Jadi Pusat Pertumbuhan dan Penopang Pangan

(Berita Daerah-Buleleng)Pemerintah Provinsi Bali mendorong Kabupaten Buleleng menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus penopang utama ketahanan pangan di Pulau Dewata.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja di RTH Taman Bung Karno, Singaraja, Senin (30/3/2026).

Gubernur Koster menegaskan percepatan pembangunan Buleleng harus terus dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan daerah. Pemerintah Provinsi Bali, menurutnya, akan memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, saya melihat Buleleng dibangun dengan cepat sesuai kebutuhan daerah. Sebagai Gubernur yang berasal dari Buleleng, saya akan mendukung penuh program tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan Buleleng diharapkan mampu berperan sebagai pusat kemajuan Bali yang dapat menyeimbangkan perkembangan wilayah Bali Selatan, sekaligus menjadi sumber ketahanan pangan bagi masyarakat.

“Buleleng diharapkan menjadi pusat kemajuan Bali dan sumber ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga memberikan apresiasi kepada pelaku seni dengan menyerahkan bantuan masing-masing sebesar Rp50 juta kepada dua sanggar seni, yakni Sanggar Seni Pentas Marak Lestari Desa Bubunan dan Sanggar Seni Darma Santi Desa Bila.

Pada momentum yang sama, Bupati Buleleng turut meluncurkan buku berjudul “Sutjidra-Supriatna Setahun Kerja Tak Henti Untuk Buleleng” sebagai bentuk dokumentasi capaian kinerja pemerintah daerah.

Selain itu, rangkaian peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, sebanyak 56 pelaku UMKM lokal binaan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi UKM Kabupaten Buleleng terlibat dalam sektor kuliner, kriya, dan kerajinan.

Total transaksi yang tercatat mencapai Rp349,6 juta, mencerminkan kontribusi nyata kegiatan tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap momentum peringatan hari jadi ini dapat terus memperkuat peran UMKM agar semakin berkembang, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.