(Beritadaerah – Nasional) Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Summerland, Batam, Kepulauan Riau, Senin (9/3). Dari hasil pemantauan, stok bapok dinilai mencukupi dan harga relatif stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H/2026.
“Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), pemerintah terus memantau stok dan harga bapok di berbagai daerah. Di Pasar Summerland, pasokan relatif aman dan mayoritas harga masih berada di kisaran harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan (HA),” kata Wamendag Roro.
Ia menyebut sejumlah komoditas bahkan dijual di bawah HET dan HA, di antaranya minyak goreng MINYAKITA, beras premium, bawang merah, bawang putih honan, cabai merah keriting, serta daging sapi. Selain itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga tersedia dengan stok memadai.
Menurut Roro, pemerintah akan terus memantau harga bapok melalui peninjauan langsung di lapangan serta koordinasi pengendalian inflasi bersama kementerian dan lembaga terkait guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Roro juga mengapresiasi pengelolaan Pasar Summerland yang dinilai bersih dan tertata baik. Pasar tersebut bahkan telah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2024. Selain itu, para pedagang di pasar ini telah menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Pasarnya bersih, pedagangnya ramah, dan sistem pembayarannya juga sudah digital. Ini bisa menjadi contoh bagi pasar rakyat lainnya,” ujarnya.
Salah satu pedagang, Desmi, mengatakan kondisi pasar saat ini cukup kondusif bagi pedagang. Ia menilai daya beli masyarakat masih cukup baik dan harga sejumlah komoditas relatif stabil. “Alhamdulillah, omzet lumayan dan harga-harga juga masih stabil,” katanya.
Setelah meninjau pasar, Wamendag Roro melanjutkan agenda dengan mengunjungi Export Center Batam dan berdialog dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor.
Roro menilai Export Center Batam berperan penting dalam mendampingi UMKM agar mampu menembus pasar internasional. Menurutnya, posisi geografis Batam yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan negara-negara ASEAN lainnya menjadi peluang strategis bagi pengembangan ekspor produk UMKM.
“Pemerintah hadir untuk mendampingi pelaku usaha agar dapat berkembang dari pasar lokal menuju pasar global,” ujarnya.
Sejak diresmikan pada Agustus 2025, Export Center Batam telah memberikan 336 layanan konsultasi ekspor melalui skema one stop service. Selain itu, 121 perusahaan telah menerima inquiry dari calon pembeli dan 39 perusahaan mengikuti kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching).


