(Beritadaerah – Nasional) Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmennya menjadikan digitalisasi sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan saat menghadiri peresmian Garuda Spark Innovation Hub dan peluncuran hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, Kamis (2/10/2025).
Menurut Wahyu, pencapaian Kota Malang dalam indeks literasi digital tidak lepas dari peran aktif masyarakat, kampus, dan pemerintah daerah. “Perubahan digital di Kota Malang sudah mulai dirasakan masyarakat luas. Apalagi Malang adalah kota pendidikan, di mana jumlah mahasiswa hampir sebanding dengan jumlah penduduk. Itu menjadi modal besar untuk mempercepat kesadaran digital,” ujarnya.
Wahyu Hidayat menargetkan nilai IMDI Kota Malang dapat naik hingga 10 poin pada 2025. Ia menyebut strategi yang ditempuh mencakup penguatan SDM, pembangunan infrastruktur teknologi informasi, hingga penyediaan aplikasi layanan publik. “Sejak 2019 kami mulai memasang SIPI dan perangkat IT, kemudian mengembangkan berbagai program berbasis data. Dengan langkah ini, masyarakat lebih melek digital, dan pemerintah punya dasar yang jelas untuk membuat kebijakan,” tegasnya.
Salah satu inovasi unggulan Pemkot Malang adalah PT. KTSA, sebuah sistem berbasis digital untuk mendeteksi kawasan miskin secara detail. Sistem ini digunakan sebagai dasar intervensi program bantuan sosial maupun perbaikan rumah tidak layak huni. “Dengan digitalisasi, titik-titik wilayah yang membutuhkan bantuan bisa lebih cepat teridentifikasi. Itu membuat program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran,” jelas Wahyu.
Selain itu, sistem digital juga dipakai dalam proses penerimaan siswa baru. “Kami gunakan basis digital agar seleksi berjalan transparan, adil, dan bisa dipantau semua pihak,” tambahnya.
Wahyu menyampaikan bahwa Pemkot Malang saat ini memiliki 74 layanan publik berbasis digital yang bisa diakses hanya dengan satu gawai (one hand service). Aplikasi layanan tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan hingga perizinan usaha. “Dengan satu HP saja, warga bisa menyelesaikan banyak kebutuhan layanan. Itu sesuai visi saya agar pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan efisien,” tutur Walikota Malang.
Adapun, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi bagian dari misi besar pembangunan Kota Malang. “Digitalisasi adalah media sekaligus pendukung untuk merealisasikan misi saya bersama masyarakat, termasuk menjalin kolaborasi dengan pihak luar. Semua tujuan pembangunan akan lebih mudah dicapai jika berbasis digital,” katanya.
Ke depan, Pemkot Malang berkomitmen memperluas pemanfaatan teknologi digital, mulai dari perencanaan pembangunan (musrenbang reguler maupun tematik) hingga pelayanan masyarakat sehari-hari. “Semua berbasis data. Dengan itu, keputusan pemerintah bisa lebih akurat, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Wahyu.


