(Beritadaerah-Jakarta) PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan kenaikan jumlah pelanggan Kereta Api Public Service Obligation (PSO) pada periode Januari–Agustus 2025. Data menunjukkan sebanyak 11.778.195 orang menggunakan layanan ini, atau tumbuh 7,54 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 10.952.291 pelanggan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kehadiran layanan PSO semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, PSO merupakan amanah pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan yang dijalankan KAI untuk memastikan mobilitas publik tetap terjangkau, aman, dan tepat waktu.
Dari total tersebut, layanan KA Jarak Jauh PSO digunakan oleh 7.604.464 pelanggan, sedangkan KA Lokal PSO yang dikelola KAI Induk dimanfaatkan 4.173.731 pelanggan. Tren positif terlihat pada KA Lokal yang menjadi pilihan masyarakat untuk kebutuhan harian seperti bekerja, sekolah, hingga aktivitas ekonomi.
Anne menambahkan, keberadaan KA PSO sejalan dengan semangat *Bakti Transportasi untuk Negeri* yang menjadi tema Hari Perhubungan Nasional 2025. Layanan ini tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat maju bersama.
Secara keseluruhan, KAI telah melayani 37.152.347 pelanggan untuk KA Jarak Jauh maupun KA Lokal dalam delapan bulan pertama 2025. Capaian ini mempertegas peran strategis KAI sebagai penyedia transportasi berbasis rel yang ramah lingkungan, efisien, dan inklusif.
Layanan PSO juga memberi dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Dengan subsidi tiket dari pemerintah, masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa melakukan perjalanan tanpa terbebani biaya tinggi. Selain itu, moda transportasi berbasis rel ikut berkontribusi mengurangi kepadatan jalan raya dan menekan emisi karbon.
Anne menekankan bahwa transportasi publik yang dapat diandalkan menjadi fondasi penting pembangunan nasional. Ia menilai PSO merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah dan KAI untuk memberikan kesempatan setara bagi masyarakat agar bisa bergerak, terhubung, dan berkembang.
Kedepannya, KAI disebut akan terus menjaga kualitas layanan PSO dengan mengembangkan inovasi digital, meningkatkan fasilitas, serta memperluas sinergi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan layanan kereta api semakin berperan dalam pembangunan Indonesia.


