(Beritadaerah – Nasional)Â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang maupun fenomena El Nino melalui pembangunan dan optimalisasi berbagai infrastruktur sumber daya air. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus menjamin pasokan irigasi guna mempertahankan produktivitas sektor pertanian.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan infrastruktur pengelolaan air memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan air nasional, terutama di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim. Karena itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan bendungan, bendung, embung, waduk, serta berbagai sarana pendukung lainnya di sejumlah daerah.
“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Dody.
Selain pembangunan infrastruktur skala besar, Kementerian PU juga telah menyiapkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemerintah juga mengoptimalkan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air tetap berjalan secara efisien selama musim kemarau.
Untuk memperkuat respons di lapangan, Kementerian PU menyiagakan berbagai peralatan pendukung, meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor yang dapat segera dikerahkan ke daerah terdampak apabila diperlukan.
Di samping itu, pemerintah terus melakukan inventarisasi wilayah rawan kekeringan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Salah satu upaya yang didorong adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas pertanian.
Sebagai bagian dari penguatan ketahanan air jangka panjang, pembangunan jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), embung, dan sumur bor juga terus dipercepat di berbagai wilayah.
Saat ini, Indonesia memiliki 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik yang disiapkan untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, terdapat 601 situ dan danau dengan volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang menjadi penopang kebutuhan air bagi masyarakat, sektor pertanian, dan berbagai aktivitas ekonomi di tengah ancaman kekeringan.


