Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melepas ekspor perdana produk yogurt ke Vietnam pada Selasa, (5 April 26). Foto: Humas Kemendag)

Ekspor Perdana Yogurt RI ke Vietnam Tembus Rp1,13 Miliar

(Beritadaerah – Komoditi) Ekspor produk olahan susu Indonesia kembali menunjukkan geliat positif di pasar internasional. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melepas ekspor perdana produk yogurt ke Vietnam pada Selasa (5/5) dari fasilitas produksi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak dua kontainer yogurt senilai USD 65 ribu atau setara Rp1,13 miliar diberangkatkan dalam ekspor perdana tersebut. Pelepasan ekspor dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal PEN, Fajarini Puntodewi.

Dalam sambutannya, Puntodewi menilai keberhasilan menembus pasar Vietnam menjadi bukti bahwa produk dairy Indonesia mampu bersaing secara global, baik dari sisi kualitas maupun standar internasional.

“Pelepasan ekspor perdana ke Vietnam oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk merupakan bukti kemampuan produk Indonesia mengikuti selera pasar, menjaga kualitas, dan memenuhi standar internasional. Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia,” ujar Puntodewi.

Kinerja ekspor produk olahan susu Indonesia sendiri terus mencatatkan pertumbuhan. Pada 2025, nilai ekspor sektor dairy mencapai USD 71,68 juta dengan tren pertumbuhan sebesar 2,35 persen sepanjang 2021–2025. Sementara pada Januari–Februari 2026, ekspor produk olahan susu tercatat sebesar USD 14,81 juta atau tumbuh 63,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk komoditas yogurt, nilai ekspor Indonesia ke pasar dunia mencapai USD 1,45 juta pada Januari–Februari 2026, meningkat 50,30 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Menurut Puntodewi, Kemendag terus mendorong perluasan pasar ekspor melalui berbagai fasilitas, seperti misi dagang, pameran internasional, business matching, hingga peningkatan kapasitas eksportir dalam memenuhi standar mutu global.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi demi memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global. Pelepasan ekspor ini membuktikan produk olahan susu bernilai tambah Indonesia dapat diterima pasar internasional, termasuk pasar nontradisional di kawasan Afrika dan Timur Tengah,” katanya.

Sementara itu, Manufacturer Director PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendag dalam pengiriman perdana yogurt ke Vietnam. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas ekspansi internasional sekaligus memperkuat kontribusi industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.

“Kami optimistis, seiring penerimaan konsumen dan pertumbuhan pasar, permintaan terhadap produk yogurt Indonesia akan terus meningkat,” ujar Pamungkas.

Berdiri sejak 2004, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan kapasitas produksi mencapai 656 ton per hari. Sebelum memasuki pasar Vietnam, perusahaan ini telah mengekspor produknya ke sejumlah negara, seperti Philippines, Cambodia, Malaysia, China, Brunei, hingga Palestine.