Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa gerakan bersih sampah ini bukan kegiatan simbolik semata. Ia meminta seluruh kepala daerah segera menindaklanjuti kerja sama pengelolaan sampah dengan langkah nyata di lapangan, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa gerakan bersih sampah ini bukan kegiatan simbolik semata. Ia meminta seluruh kepala daerah segera menindaklanjuti kerja sama pengelolaan sampah dengan langkah nyata di lapangan, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Gerakan Jateng Asri di Batang, Gubernur Turun Langsung Bersihkan Sampah dan Targetkan Zero Waste 2029

(Beritadaerah – Batang, Jawa Tengah) Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung Gerakan Jawa Tengah Asri (Aksi Bersih Sampah) yang digelar serentak di wilayah pesisir Kabupaten Batang, Selasa (24/2). Kegiatan dipusatkan di kawasan Pantai Jodo, dengan melibatkan lebih dari seribu peserta dari unsur TNI, Polri, OPD, pelajar, dan masyarakat.

Tak hanya memberi arahan, gubernur bahkan mengemudikan buldoser untuk membersihkan tumpukan sampah di area pantai. Aksi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta yang sejak pagi telah memadati lokasi kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jawa Tengah Widi Hartanto, jajaran Forkopimda, serta kepala daerah dari 35 kabupaten/kota yang mengikuti secara daring.

Bukan Sekadar Seremonial

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa gerakan bersih sampah ini bukan kegiatan simbolik semata. Ia meminta seluruh kepala daerah segera menindaklanjuti kerja sama pengelolaan sampah dengan langkah nyata di lapangan, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Menurutnya, persoalan sampah di Jawa Tengah membutuhkan penanganan terpadu dari hulu hingga hilir. Berdasarkan data Dinas LHK Jawa Tengah, produksi sampah di provinsi ini mencapai jutaan ton per tahun, dengan dominasi sampah rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah berpotensi mencemari sungai dan berakhir di laut.

“Gerakan ini harus menjadi budaya. Semua wajib terlibat, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” tegasnya.

Garis Pantai 920 Kilometer, Rawan Rob

Selain persoalan sampah, gubernur juga menyoroti pentingnya penghijauan pesisir. Jawa Tengah memiliki garis pantai kurang lebih 920 kilometer yang tersebar di wilayah pantura dan selatan. Kawasan ini rentan terhadap abrasi dan banjir rob, terutama di daerah pesisir utara seperti Batang, Pekalongan, dan Demak.

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Jawa Tengah menargetkan penanaman dua juta bibit mangrove dan tanaman pantai lainnya mulai Januari hingga akhir 2026. Program ini diharapkan mampu menahan abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, sekaligus mengurangi risiko bencana.

Secara analisa, rehabilitasi mangrove terbukti efektif mengurangi dampak gelombang laut dan menyerap karbon. Dengan penanaman masif dan berkelanjutan, wilayah pesisir Jawa Tengah dapat memiliki perlindungan alami yang lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan.

Menuju Zero Waste 2029

Gerakan Jateng Asri ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional zero waste pada 2029, sebagaimana arahan Presiden. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pengurangan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, serta peningkatan fasilitas pengolahan sampah terpadu di tingkat kabupaten/kota.

Di Kabupaten Batang sendiri, persoalan sampah pesisir menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat dan kiriman sampah dari hulu sungai. Aksi bersih yang melibatkan pelajar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini.

Salah satu peserta, Sika Novina, siswi SMAN 1 Batang, mengaku bangga bisa terlibat langsung. Ia menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman dan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Harapannya lingkungan di Batang selalu terjaga dan masyarakat semakin peduli,” ujarnya.

Dengan keterlibatan pemerintah, aparat, dan generasi muda, Gerakan Jateng Asri diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga pesisir dan lingkungan Jawa Tengah secara berkelanjutan.