(Beritadaerah-Jakarta) Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menilai bahwa arah pembangunan yang konsisten dan terukur menjadi kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang.
Dalam penutupan forum “TREND: Tutur Economic Dialogue 2026”, ia menggarisbawahi bahwa dinamika global, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga perlambatan ekonomi dunia, menuntut kebijakan yang adaptif tanpa mengabaikan kekuatan fundamental domestik. Ia menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat, tercermin dari pertumbuhan di atas 5 persen, inflasi yang terjaga di kisaran 3 persen, serta surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung dalam jangka panjang.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang relatif baik dibandingkan banyak negara lain. Stabilitas ini juga didukung oleh cadangan devisa yang memadai serta aktivitas sektor manufaktur yang masih ekspansif.
Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah menitikberatkan pada lima agenda utama. Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur guna memperluas akses layanan dasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi.
Agenda ketiga adalah reformasi kelembagaan yang diarahkan pada terciptanya birokrasi yang efektif, kredibel, dan mampu menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata. Keempat, penguatan kebijakan makroekonomi agar tetap adaptif terhadap perubahan global. Sementara itu, agenda kelima menekankan pentingnya stabilitas politik dan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada konsistensi implementasi dari waktu ke waktu, termasuk dalam penerjemahannya ke dalam kebijakan anggaran negara setiap tahun.
Di sisi lain, aspek kredibilitas dinilai menjadi faktor krusial dalam menopang seluruh kebijakan tersebut. Kepercayaan publik dan pelaku usaha terhadap kebijakan fiskal, moneter, maupun investasi disebut sebagai modal penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Dengan koordinasi kebijakan yang solid serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis Indonesia mampu meningkatkan kelas ekonominya dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global.


