Pemerintah Kota Salatiga mulai melakukan langkah revitalisasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga. Wali Kota bersama Ketua Dekranasda, jajaran pengurus, serta OPD terkait menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kurasi Produk Kerajinan di Ruang Kerja Wali Kota

Pemkot Salatiga Siapkan Kurasi 30 Produk UMKM, Dekranasda Direvitalisasi

(Beritadaerah – Salatiga) Pemerintah Kota Salatiga mulai melakukan langkah revitalisasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga. Wali Kota bersama Ketua Dekranasda, jajaran pengurus, serta OPD terkait menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kurasi Produk Kerajinan di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (23/02).

Rapat dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Salatiga, Agung Hendratmiko. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan Surat Keputusan pembentukan tim kurasi untuk menyeleksi produk UMKM yang akan dipamerkan di Dekranasda.

30 UKM Masuk Tahap Awal Kurasi

Pada tahap awal, sebanyak 30 perusahaan atau UKM akan dinilai oleh tim kurator. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, yakni kualitas produk (30 persen), desain dan inovasi (25 persen), kearifan lokal (15 persen), daya saing pasar (20 persen), serta legalitas dan branding (10 persen).

Menurut Agung, langkah ini menjadi strategi jangka pendek agar produk yang lolos kurasi bisa segera ditampilkan, terutama menjelang momentum kegiatan Apeksi mendatang.

Secara analisa, sistem kurasi dengan bobot penilaian yang jelas akan membantu meningkatkan standar kualitas produk. Jika seleksi berjalan konsisten, maka Dekranasda tidak hanya menjadi tempat pajangan, tetapi benar-benar menjadi etalase produk unggulan yang siap bersaing di pasar lebih luas.

Dekranasda Jadi Wajah Ekonomi Kreatif

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi pelaku UMKM, khususnya di sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, wajah ekonomi kreatif Kota Salatiga akan tercermin dari Dekranasda. Pemkot juga berencana melakukan renovasi gedung secara efisien, karena bangunan tersebut dinilai masih layak dan memiliki nilai historis.

“Peran kurator lebih pada pengendalian kualitas produk agar benar-benar layak dipasarkan,” tegasnya.

Secara data nasional, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap mayoritas tenaga kerja. Di tingkat daerah, penguatan UMKM kreatif menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.

Pendampingan Berkelanjutan

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan kembali peran Dekranasda. Apalagi dalam waktu dekat akan ada kunjungan tamu, sehingga produk unggulan daerah perlu dipersiapkan dengan baik.

Ia menjelaskan, meski idealnya kurator adalah tenaga profesional bersertifikat, tahap awal ini melibatkan pelaku UKM yang telah berpengalaman mengikuti kurasi profesional. Bagi UKM yang belum lolos, tetap akan mendapat pendampingan agar kualitasnya meningkat.

Secara analisa, pendekatan ini cukup realistis. Selain menjaga standar mutu, pemerintah juga tetap memberi ruang pembinaan bagi pelaku usaha yang masih berkembang. Dengan pola kurasi dan pendampingan berkelanjutan, kualitas produk lokal diharapkan meningkat secara bertahap.

Etalase Produk Unggulan Daerah

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal strategis untuk menghidupkan kembali peran Dekranasda sebagai pusat promosi karya UMKM Salatiga. Jika dikelola secara konsisten, Dekranasda bisa menjadi pusat promosi ekonomi kreatif yang memperkuat identitas daerah.

Ke depan, tantangan yang perlu dijaga adalah kesinambungan pembinaan, akses pasar, serta peningkatan daya saing produk. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kurator, produk Salatiga berpeluang menembus pasar regional hingga nasional.