Jalan Jakarta

Awal 2026 Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp172,7 Triliun, Pajak Melonjak Tajam

(Beritadaerah-Jakarta) Kementerian Keuangan melaporkan kinerja penerimaan negara yang menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Hingga akhir Januari, realisasi penerimaan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun atau mengalami pertumbuhan 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Rabu (4/2), menyampaikan bahwa capaian tersebut terutama didorong oleh kinerja penerimaan pajak yang mencatat pertumbuhan signifikan. Penerimaan pajak dilaporkan tumbuh hingga 30,8 persen secara tahunan, menjadi motor utama peningkatan pendapatan negara.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan penerimaan pajak tersebut berasal dari peningkatan penerimaan bruto yang mencapai sekitar 7 persen, disertai dengan penurunan nilai restitusi pajak yang cukup tajam hingga 23 persen. Kondisi ini membuat seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan bersih yang positif.

Lebih lanjut, Menkeu menilai capaian penerimaan pajak pada Januari 2026 memberikan sinyal awal terjadinya perbaikan arah perekonomian nasional. Menurutnya, pertumbuhan penerimaan pajak yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya mengindikasikan mulai menguatnya aktivitas ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu juga memaparkan simulasi proyeksi penerimaan pajak sepanjang 2026. Dengan asumsi tren pertumbuhan dapat dipertahankan dan kondisi ekonomi relatif stabil, total penerimaan pajak berpotensi mencapai sekitar Rp2.492 triliun. Angka tersebut berada di atas target penerimaan pajak yang tercantum dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357 triliun, meskipun proyeksi tersebut masih bersifat optimistis dan berbasis asumsi.