Bappenas Satukan Pemangku Kepentingan, Rumuskan Komitmen Baru untuk Pengembangan Geopark Berkelanjutan

(Beritadaerah-Jakarta) Pemerintah melalui Bappenas menyampaikan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah geopark terbanyak ketiga di dunia pada 2025 semakin menguat, menyusul pengakuan UNESCO terhadap Geopark Kebumen dan Geopark Meratus pada April lalu. Penetapan tersebut menambah daftar geopark nasional yang berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp) menjadi 12 kawasan. Dalam RPJMN 2025–2029, pemerintah disebut menargetkan perluasan jumlahnya hingga 17 UGGp pada 2029.

Pada Forum Pemimpin Geopark Indonesia bertema *Building Knowledge for Indonesia’s Geopark Development*, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa geopark perlu diberdayakan sebagai ruang belajar alam yang mampu menumbuhkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang lingkungan dan budaya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan geopark tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga komitmen bersama antara kepala daerah dan badan pengelola dalam menciptakan perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.

Dalam forum yang mempertemukan penyusun arah kebijakan geopark tersebut, pimpinan daerah dari berbagai kawasan geopark dikabarkan menyepakati sebuah deklarasi komitmen. Isi kesepakatan tersebut meliputi pentingnya penyelarasan kebijakan geopark dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah, upaya perlindungan warisan geologi, ekologi, dan budaya, peningkatan pendidikan serta pengembangan riset dan teknologi, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, hingga penguatan kemitraan lintas pihak.

Seluruh peserta forum disebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola geopark sebagai landasan pembangunan nasional saat ini dan pada masa mendatang. Menteri Rachmat Pambudy juga mengingatkan bahwa dukungan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memperluas praktik *quality tourism*, menguatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong inovasi melalui pengembangan Geopark Center of Excellence (CoE). Ia berharap forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan memperkaya wawasan para pihak dalam memajukan geopark di seluruh Indonesia.