Kementerian PU Pastikan Percepatan Pemulihan Tol dan Halte TransJakarta Pasca Aksi Massa

(Beritadaerah-Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan komitmen untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik yang rusak akibat aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Jakarta pada 28–30 Agustus 2025. Menteri PU Dody Hanggodo bersama jajaran Jasa Marga meninjau langsung kondisi gerbang tol terdampak di ruas Cawang–Tomang–Pluit pada Selasa (2/9/2025).

Berdasarkan laporan, tujuh gerbang tol dalam kota terkena dampak, dengan enam di antaranya mengalami kebakaran dan satu rusak sebagian. Kerusakan mencakup sistem transaksi, ruang petugas, hingga instalasi listrik. Menteri Dody menyebutkan, meski Jasa Marga menyatakan sanggup memperbaiki sendiri, pemerintah meminta agar perbaikan dilakukan menyeluruh demi keselamatan pengguna jalan tol.

Jasa Marga telah melakukan pembersihan material, sterilisasi area, serta pengoperasian Mobile Reader sebagai solusi sementara. Biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp80 miliar dengan target penyelesaian awal September.

Selain infrastruktur tol, Menteri Dody juga meninjau halte TransJakarta Polda Metro Jaya dan Senayan yang turut terdampak. Ia menegaskan bahwa pemulihan halte menjadi prioritas karena berkaitan dengan mobilitas masyarakat. Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat rehabilitasi, dengan target halte kembali fungsional dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Dalam rapat internal bersama jajaran Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU juga menghitung kebutuhan anggaran awal sekitar Rp900 miliar untuk pemulihan infrastruktur publik terdampak di berbagai daerah. Perhitungan lebih detail akan dilakukan setelah seluruh titik kerusakan teridentifikasi.

Kementerian PU menekankan bahwa percepatan perbaikan fasilitas transportasi, baik tol maupun TransJakarta, merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus menopang stabilitas sosial dan ekonomi pasca insiden.