Pemkot Bandung Dorong Ekspor Industri Sepatu

(Beritadaerah-Bandung) Pernyataan itu disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, ketika menemani kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, ke pabrik sepatu lokal Fortuna Shoes di Jalan Soekarno-Hatta. Farhan menilai Fortuna Shoes sebagai salah satu produsen lokal berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan sektor industri dan perdagangan Kota Bandung, terutama lewat produk manufaktur yang sanggup bersaing di pasar mancanegara.

Farhan mengungkapkan bahwa angka pertumbuhan yang hanya 0,22 persen dalam setahun terakhir menjadi persoalan serius, karena kemajuan manufaktur sangat memengaruhi pembukaan lapangan kerja dan iklim investasi. Oleh karena itu, Pemkot Bandung terus menstimulasi pertumbuhan manufaktur demi mencetak lebih banyak lapangan kerja. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memastikan produk ekspor dari Bandung mengantongi Surat Keterangan Asal (SKA)

Farhan menekankan bahwa SKA lebih dari sekadar syarat administrasi perdagangan luar negeri, karena dapat memperkuat brand daerah dan mendongkrak nilai ekonomi produk lokal. Ia menambahkan, adanya dokumen tersebut membuat konsumen global langsung mengetahui bahwa sepatu Fortuna dibuat di Kota Bandung, yang menjadi poin sangat penting bagi citra produk

Dua sektor manufaktur dalam ekonomi kreatif yang kini diprioritaskan oleh Pemkot Bandung adalah industri sepatu dan busana muslim (modest fashion). Menurut Farhan, kedua industri tersebut mampu memberikan nilai tambah tinggi pada produk sekaligus membuka peluang kerja secara masif.

Farhan menegaskan bahwa sektor sepatu dan busana muslim (modest fashion) menjadi komoditas prioritas ekonomi kreatif Kota Bandung karena daya serap tenaga kerjanya yang tinggi serta nilai tambah yang dihasilkan. Selain berfokus pada manufaktur, Pemkot Bandung juga berupaya memperkokoh identitas kedaerahan pada setiap produk lokal khas Bandung

Farhan mengambil contoh sektor kuliner yang sukses membentuk citra khas Kota Bandung. Menurutnya, penguatan identitas kedaerahan di masa depan berpotensi memberi perlindungan hukum dan menaikkan nilai ekonomi barang-barang buatan lokal.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, turut memuji keberhasilan Fortuna Shoes dalam memproduksi sepatu berkualitas tinggi yang lolos ke pasar internasional. Dalam peninjauan tersebut, Wamendag menyaksikan secara langsung tahapan produksi sepatu dari awal hingga akhir.

Ia menambahkan bahwa pelabelan pada produk manufaktur yang sedang berkembang sangat penting untuk memberikan perlindungan ekstra dan nilai tambah yang lebih tinggi, yang menjadi target perjuangan Pemkot Bandung berikutnya setelah SKA.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, turut memuji keberhasilan Fortuna Shoes dalam memproduksi sepatu berkualitas tinggi yang lolos ke pasar internasional. Dalam peninjauan tersebut, Wamendag menyaksikan secara langsung tahapan produksi sepatu dari awal hingga akhir.

Ia menilai kualitas produk Fortuna Shoes sangat kompetitif untuk pasar mancanegara. “Kami sangat bangga atas kualitas sepatunya yang bagus dan berdaya saing internasional,” tuturnya. Produk Fortuna Shoes pun diketahui sudah merambah pasar ekspor ke beberapa negara, termasuk Jepang, Inggris, dan kawasan Eropa,

Menurutnya, SKA penting untuk memastikan kejelasan daerah asal produk Indonesia di pasar global. Kunjungan ini sekaligus mendorong pelaku usaha, seperti Fortuna Shoes, memanfaatkan Trade Expo Indonesia untuk menjangkau pasar baru. Selain didukung jaringan Kemendag di 33 negara dan fasilitas business matching daring, Fortuna Shoes juga dinilai memberikan dampak sosial positif karena mayoritas pasukannya adalah pekerja perempuan senior dari warga sekitar demikian rilis dari bandung.go.id (14/9/2026).