(Beritadaerah-Nasional) Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia yang baru. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan mulai menjalankan tugasnya sebagai bendahara negara setelah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pengangkatan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan Menteri Keuangan yang baru. ([ANTARA News Nusa Tenggara Timur][2])
Suahasil bukan merupakan sosok baru di Kementerian Keuangan. Sebelum dipercaya menduduki posisi Menteri Keuangan, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Pengalaman panjang tersebut membuat Suahasil memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai pengelolaan APBN, kebijakan fiskal, serta berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah.
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini berlangsung ketika pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan kebijakan fiskal dan RAPBN 2027. Sebelumnya, Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan juga terlibat dalam pembahasan arah kebijakan anggaran pemerintah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pembahasan RAPBN 2027, Suahasil sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Optimisme tersebut didukung oleh perkembangan ekonomi nasional pada semester pertama 2026 yang mencatat pertumbuhan 5,45 persen serta sejumlah indikator ekonomi yang dinilai masih menunjukkan daya tahan. ([Kemenkeu][3])
Suahasil juga dikenal memiliki perhatian terhadap pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Dalam sejumlah kesempatan sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia menekankan bahwa pemerintah perlu mempertahankan disiplin anggaran sekaligus memastikan APBN tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
Salah satu prinsip yang pernah disampaikannya adalah pentingnya menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, disiplin fiskal perlu berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. ([Kemenkeu][4])
Selain persoalan fiskal, Suahasil juga sebelumnya banyak berbicara mengenai peran APBN dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ia menilai kebijakan anggaran memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas harga, termasuk harga energi yang berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi dan daya beli masyarakat. ([Kemenkeu][5])
Dengan pengalaman sebagai akademisi dan pejabat di Kementerian Keuangan, Suahasil membawa rekam jejak yang cukup panjang dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia merupakan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Suahasil menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia, kemudian meraih gelar Master of Science dari Cornell University dan gelar doktor dari University of Illinois at Urbana-Champaign. ([Kemenkeu Media][6])
Sebagai Menteri Keuangan baru, Suahasil kini menghadapi sejumlah pekerjaan penting, mulai dari menjaga kredibilitas APBN, mengawal pelaksanaan anggaran, meningkatkan penerimaan negara, hingga memastikan kebijakan fiskal tetap mendukung agenda pertumbuhan ekonomi pemerintah.
Posisi tersebut juga menempatkannya sebagai salah satu figur kunci dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional. Pengalamannya sebagai Wakil Menteri Keuangan diharapkan dapat membantu proses transisi berjalan relatif cepat, terutama karena ia telah memahami berbagai program dan kebijakan yang sedang berjalan di Kementerian Keuangan.
Pelantikan Suahasil sekaligus menandai dimulainya babak baru pengelolaan fiskal di bawah kepemimpinannya. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat penerimaan negara, menjaga stabilitas fiskal, serta memastikan APBN tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.


